Puan Yakin Kandidat Cawalkot Solo Terima Keputusan DPP PDIP

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 10 Februari 2020
Puan Yakin Kandidat Cawalkot Solo Terima Keputusan DPP PDIP

Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani bersama para kandidat calon Wali Kota Solo, di kantor DPP, Jakarta. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani meyakini setiap kandidat di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020 pasti akan mematuhi keputusan partai.

Hal ini disampaikan Puan setelah menjadi panelis terhadap tiga kandidat Pilwalkot Solo 2020 yaitu Gibran Rakabuming, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakoso di kantor DPP PDIP, Senin (10/2) sore.

Baca Juga:

Jadi Balon Walkot Solo, Gibran Jalani Fit and Proper Test di DPP PDIP

"Seluruh kader Kota Solo sudah bersepakat bahwa apa pun rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP partai atau ketua umum partai adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan dalam memenangkan pilkada yang akan datang," kata Puan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa berfoto bersama di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (10/2). (Istimewa)
Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa berfoto bersama di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (10/2). (Istimewa)

Mengenai tahapan fit and proper test, Puan menilai hal ini sebagai mekanisme dalam menentukan calon kandidat yang didukung. Puan mengatakan, DPP PDIP menanyakan terkait visi-misi dan komitmen setiap kandidat sebelum dipilih.

"(Mereka ditanya) satu per satu, walaupun katanya perginya mereka ini bareng satu pesawat. Baru sekarang ini ada calon yg perginya satu pesawat. Calon-calon yang mau maju pilkada kalau di luarnya kayaknya panas, ternyata enggak tuh. Tadi makan pecel, bacem, sambal terasi, ngopi, teh, ngobrol-ngobrol, ya sudah nguyon, kok," ujar Puan.

Baca Juga:

Pilwakot Solo, Purnomo-Teguh Dipanggil DPP PDIP untuk Jalani Fit And Proper Test

Kota Solo, kata Puan, harus menjadi daerah yang lebih baik. Bahkan, Puan menginginkan Solo menjadi pusat kebudayaan dan rumah toleransi. Oleh karena itu, setiap kandidat ditanyai bagaimana mereka mendekati warga dan tokoh-tokoh di Solo.

Lebih lanjut kata Ketua DPR RI ini, pihaknya akan membawa hasil fit and proper test ini dalam rapat internal DPP PDIP. Lalu, hasil rekomendasi itu akan dibawa ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk diputuskan siapa yang akan didukung oleh partai.

"Jadi secara berjenjang disampaikan kepada ketua umum dan kemudian akan diputuskan oleh ketua umum melalui partai," kata mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini. (Pon)

Baca Juga:

Purnomo Dapat Rekomendasi, Gerindra Gandeng PKS dan Golkar Usung Gibran di Pilwalkot Solo

#Kota Solo #Puan Maharani
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Bagikan