PT KCI Butuh 8,65 Triliun Beli KRL Anyar
Penumpang berada di dalam KRL Commuter Line, Jakarta, Selasa (28/2/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym
MerahPutih.com - PT KAI Commuter (KCI) tengah melakukan penjajakan dengan lima perusahaan manufaktur kereta api untuk mengimpor tiga KRL baru untuk memenuhi kebutuhan armada tahun ini.
Direktur Utama PT KCI, Asdo Artriviyanto mengatakan, ada lima perusahaan manufaktur yang produk KRL-nya sesuai dengan prasarana di Indonesia. Impor kereta ini untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang cukup mendesak.
Baca Juga:
KCIC Ajak Komunitas Disabilitas Naik Kereta Cepat Whoosh
Ia memaparkan, ada 19 rangkaian kereta KCI sudah masuk masa pensiun dan harus direvitalisasi alias retrofit.
"Kami diminta impor untuk mempercepat peningkatan kapasitas, impor tiga trainset baru dari luar," ujar Asdo saat kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (11/1).
KCI bakal didampingi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam memilih perusahaan manufaktur yang spesifikasi KRLnya sesuai dengan prasarana di Indonesia.
"Supaya tidak salah dan disesuaikan dengan prasarana di sini mulai dari listrik aliran atasnya, treknya, lebar keretanya, dan belum spek-spek secara teknis detail yang harus sesuai dengan kondisi prasarana di sini," jelasnya.
Selain itu, KCI akan menyeleksi kelebihan dan kekurangan KRL dari masing-masing perusahaan manufaktur tersebut, terutama dari sisi harga barang. Sebab, anggaran untuk membeli tiga KRL baru ini berasal dari penyertaan modal negara (PMN) yang disalurkan melalui induk usaha KCI yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero).
"Total PMN yang akan diterima KCI sebesar Rp 5 triliun. Namun PMN ini tidak hanya untuk membeli 3 KRL baru dari negara lain tetapi juga untuk peremajaan (retrofit) dan membeli KRL baru dari INKA," jelas Asdo.
Selain dari PMN, KCI akan melakukan pinjaman ke bank sebesar Rp 3,65 triliun untuk memenuhi kebutuhan armada tersebut. Dengan demikian total kebutuhan anggaran KCI untuk melakukan impor KRL baru, retrofit, dan pembelian KRL baru dari INKA sebesar Rp 8,65 triliun.
"Pemenuhan kebutuhan armada ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2027," katanya. (Knu)
Baca Juga:
KCIC Buka Suara Soal Isu Tiongkok Kuasai KA Cepat Whoosh
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Bukan Omon-Omon, Presiden Prabowo Ancam Bos BUMN yang Bikin Rugi Negara akan Ditangkap Kejaksaan
Prabowo Ultimatum Eks Pimpinan BUMN, Siap-siap Dipanggil Kejaksaan
Danantara Tegaskan Pembelian Saham BEI tidak Otomatis Jadi BUMN
Ambil Alih Tambang Martabe, Perminas Bakal Kuasai Komoditas Mineral Kritis
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Pengguna Aktif Pintu Naik 38%, Sinyal Kuat Masyarakat Percaya ke Aset Digital
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target