MerahPutih.com - Insiden maut terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi, yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).
PT Kereta Api Indonesia berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
KAI bertanggung jawab sepenuhnya untuk penyembuhan, asuransi, hingga keperluan lainnya demi bisa memberikan dukungan kepada korban.
"Semuanya pasti akan kami siapkan. KAI pasti akan bertanggung jawab dari sisi baik penyembuhan, asuransi, dan yang lainnya. Kami berkomitmen untuk bertanggung jawab untuk itu," katanya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (28/4) dini hari.
Baca juga:
KAI telah mengonfirmasi 240 penumpang kereta api Argo Bromo Anggrek selamat dan telah dievakuasi dari lokasi kecelakaan kereta yang juga melibatkan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
Sementara terdapat total 38 penumpang KRL Commuter Line yang telah dievakuasi dan diberikan perawatan di rumah sakit seperti di RS Primaya, RSUD, dan dua rumah sakit lainnya di sekitar Stasiun Bekasi.
KAI menyatakan seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.
KAI terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan evakuasi dengan mempercepat proses pemotongan mekanik pada bagian gerbong yang menghambat akses terhadap korban.
Tim SAR dari lokasi kejadian melaporkan sampai pukul 05.11 WIB masih terdapat tiga dari tujuh orang penumpang yang terjepit di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita. Sementara itu, total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang.