PSI Kritik Pemprov DKI Terkait Banyaknya Cabor Tak Punya Tempat Latihan
Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/4). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
MerahPutih.com - Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang berlokasi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara tinggal di depan mata.
Pemprov DKI Jakarta pun diminta fokus untuk mewujudkan sarana dan prasarana latihan yang layak setiap cabang olahraga.
Baca Juga:
"Banyak cabang olahraga yang mengadukan bahwa mereka belum punya tempat latihan atau basecamp tetap. Ada yang menumpang, banyak juga yang masih menyewa tempat latihan swasta," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo, Minggu (16/4).
Ara sapaan akrab Anggara mengatakan, bila DKI mempunyai target juara umum pada PON atau kompetisi lainnya, setidaknya sarana prasarana setiap cabor harus merata.
"Mau sehebat apapun bakat atlet kita, jika tidak didukung sarana prasarana yang layak ya tidak akan maksimal," paparnya.
Ia meminta Pemprov DKI Jakarta memikirkan bagaimana dapat mewujudkan pemerataan tersebut dengan memaksimalkan aset yang ada.
Baca Juga:
PSI Minta Pegawai Pemprov DKI Maksimal Beri Pelayanan ke Warga
"Kita punya banyak aset, APBD pun sangat besar. Setidaknya Gelanggang Olahraga (GOR) yang kita punya dapat mengakomodir semua cabor unuk punya tempat latihan tetap. Kalau sekarang GOR kan banyaknya dipakai untuk bulu tangkis, futsal, atau basket, seputar itu saja," tuturnya.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI ini juga mendorong agar Pemprov DKI mengejar ketertinggalan ini menuju ajang PON 2024 nanti.
"Juara umum PON 2024 harga mati. 2021 kemarin kita gagal mungkin salah satunya karena ketidakmerataan ini. KONI dan Pemprov harus segera memfasilitasi setidaknya 33 cabor yang akan dipertandingkan nanti. Baru setelahnya cabor-cabor lain," pungkasnya. (Asp)
Baca Juga:
PSI Minta Pj Heru Tawarkan Solusi atas Penolakan Timnas Israel di Sejumlah Daerah
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Plafon Rusak dan Rawan Ambruk, DPRD DKI Soroti Bangunan Pasar Sunan Giri Jaktim
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis