MERAHPUTIH.COM - ANCAMAN kejahatan terhadap negara berpotensi datang lewat media sosial. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo terus mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks, salah satunya menghadapi provokasi digital.
"Tantangan di masa depan semakin kompleks, termasuk kemunculan ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4).
Menurut Dedi, percepatan adaptasi teknologi modern juga menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan drone surveillance.
Baca juga:
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
"Termasuk body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan," ucapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, peningkatan kemampuan personel Brimob, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.
"Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat," ucapnya.(knu)
Baca juga:
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat