Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

'Proof' Resmi Rilis, BTS Pecah Rekor Penjualan di Hari Pertama

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 11 Juni 2022
'Proof' Resmi Rilis, BTS Pecah Rekor Penjualan di Hari Pertama

BTS merilis album 'Proof' pada 10 Juni. (foto: Instagram @bighit_ent)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEKALI lagi, BTS memecahkan rekor angka penjualan album di hari perdana. Album Proof yang dirilis Jumat (10/6) terjual 2,15 juta copy di hari pertama saja. Hanteo Chart, dikutip Soompi, menyebut Proof yang dirilis pada pukul 13.00 waktu Korea telah terjual sebanyak 2,15 juta copy pada pukul 21.00 waktu Korea.

Soompi menyebut hal yang membuat pencapaian ini menonjol ialah nilainya tak berbeda jauh dengan rekor penjualan BTS untuk album BE (Deluxe Editon) yang terjual 2,27 juta copy selama pekan pertama. Rekor tersebut hanya terpecahkan oleh album lain BTS, Map of the Soul: 7, yang terjual 3,3 juta copy dalam minggu pertama.

Setelah menjual sejuta copy untuk album WINGS, BTS konsisten menjual lebih dari 1,3 juta copy untuk setiap album selama enam tahun terakhir ini.

BACA JUGA:

BTS Segera Rilis Album Antologi 'Proof', Catat Tanggalnya!


Bersamaan dengan perilisan album antologi tersebut, Bangtan Boys juga merilis lagu terbaru mereka, Yet to Come (The Most Beautiful Moment). Videoklip lagu terbaru dari album Proof tersebut menampilkan RM dan kawan-kawan tengah berada di padang pasir.

View this post on Instagram

A post shared by HYBE LABELS (@hybe.labels)

Jungkook membuka lagu dengan duduk sendirian di padang pasir, memandang ke arah tanah terbuka nan luas. Sejenak kemudian, 'the Golden Maknae' membentuk teropong dengan tangannya, melihat kembali perjalanan dirinya bersama BTS.
'Was it honestly the best? Cause I just see the next'. Demikian Jungkook membuka lagu ini.


Dengan lirik yang berkisah tentang perjalanan karier mereka sejak debut di 2013 hingga kini, lagu ini memang pantas menjadi 'pembuka' untuk sebuah antologi hit BTS. Di lagu ini, BTS mengungkap bagaimana label 'the best' telah menjadi beban tersendiri buat mereka. Di balik itu semua, lewat lagu ini, mereka ingin mengungkap bahwa mereka tetaplah anak laki-laki yang menyukai musik dan masih banyak belajar untuk hal itu.

BACA JUGA:

BTS Umumkan Event Festa 2022

Lirik 'the past was honestly the best. But my best is what comes next' layaknya ungkapan syukur mereka atas pencapaian gemilang selama sembilan tahun karier mereka serta harapan akan masa depan yang lebih berkilau. Ini menjadi sebuah optimisme ala BTS untuk para ARMY.


Dalam 17 jam setelah tayang perdana, video musik Yet to Come (The Most Beautiful Moment) telah ditonton 43 juta kali. Video tersebut bahkan menduduki posisi pertama trending untuk musik di Youtube. Yet To Come (The Most Beautiful Moment) merupakan single pertama dari album antologi BTS, Proof. Album yang terdiri dari tiga bagian tersebut berisikan kompilasi 48 lagu, termasuk No More Dream dan Boy with Luv bersama Halsey.

Bagian ketiga album ini berisikan lagu-lagu versi demo yang belum pernah dirilis. Di dalamnya ada versi demo Jump, Boy with Luv, dan I Need U. Ada juga versi demo solo Spring Day dan DNA. Selain itu, bagian ketiga album ini menambahkan versi studio lagu Tony Montana dari Jimin. Tony Montana pertama kali dirilis Suga, dengan nama Agust D, sebagai bagian dari mixtape pada 2016. Tiga lagu baru juga ditambahkan di album ini, yaitu Yet To Come (The Most Beautiful Moment), Run BTS, dan For Youth.

BTS
BTS membuka toko pop-up di New York dan Los Angeles. (foto: Instagram @bts.bighitofficial


BTS juga akan meluncurkan pop-up store baru di New York City dan Los Angeles bertepatan dengan peluncuran Proof. Pop-up store tersebut akan berlokasi di kawasan Hollywood Barat, California, dan Kota New York.(den/dwi)

BACA JUGA:

‘Proof’ Jadi Album Antologi BTS, Fan Terbelah

#Musik #KPop
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan