MerahPutih.com - PDI Perjuangan (PDIP) kini telah melakukan diskusi intens dengan para pakar di berbagai kebijakan publik guna untuk disodorkan sebagai program periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal didamping wakilnya Ma'ruf Amin.
"Di tahun pertama, Jokowi memperkuat kedaulatan energi nasional. Electricity meningkat. Sumber energi dan kapasitas pembangkit terpasang surplus. Maka periode kedua nanti, PDI Perjuangan akan dorong kebijakan infrastruktur LPG untuk rakyat," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangan pers, Jumat (26/4).
Menurut Hasto, kebijakan Energi Pro-Rakyat sangatlah strategis dan menentukan efisiensi penggunaan energi nasional. Selain jejaring infrastruktur, lanjut dia, LPG hingga menyentuh pintu-pintu rakyat, maka penggunaan solar cell energy sangat penting, demikian pula tenaga hidro dan panas bumi.
Kebijakan energi terbarukan ini sangat penting guna menjaga bumi dan bangun masa depan," tutur petinggi Partai Banteng itu.
Hasto menganggap, usulan kebijakan melalui diskusi dengan para pakar tersebut sangat tepat, daripada menghabiskan energi yang tidak perlu seperti klaim kemenangan sepihak tanpa akurasi data rekapitulasi.
"PDI Perjuangan move on saja. Kami mulai membahas rancangan kebijakan strategis guna menjabarkan visi misi Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang senafas dengan upaya mewujudkan Trisaksi, Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan," papar dia.
PDIP juga menekankan untuk mendorong Research Based Policy, suaru tradisi kebijakan publik melalui penelitian dengan melibatkan pakar berbagai disiplin ilmu, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kami libatkan para pakar yang hebat-hebat, namun memahami persoalan rakyat, dan keIndonesiaan kita, sehingga kebijakan yang diusulkanpun akan membumi dan membawa kemajuan bagi Indonesia Raya kita," tutup Hasto. (Knu)