MerahPutih.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan kasus kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 masih ditemukan. Khususnya pada peserta yang memilih program studi Kedokteran.
Brian Yuliarto menyampaikan, sepanjang pelaksanaan SNBT 2026 ditemukan 38 kasus kecurangan.
Tahun ini ada 27 peserta yang menggunakan joki dan 11 peserta menggunakan alat yang dilarang saat pelaksanaan tes. Jadi totalnya ada 38 kasus,
ujar Brian Yuliarto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5).
Brian Yuliarto mengungkapkan, seluruh kasus kecurangan yang ditemukan tahun ini berasal dari peserta yang memilih program studi kedokteran.
Menurutnya, tingginya minat terhadap prodi tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya praktik curang.
Baca juga:
Jadwal Lengkap SIMAK UI 2026, Impian Pakai Jaket Kuning Belum Pupus Meski Gagal SNBT
“Kecurangan tahun ini semuanya dari prodi Kedokteran sebagai prodi yang paling banyak diminati peserta SNBT,” katanya.
Selain kasus kecurangan, panitia juga mencatat terdapat 1.751 pelanggaran selama proses seleksi SNBT 2026 berlangsung.
Ia menegaskan, peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung digugurkan dan masuk daftar hitam penerimaan perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Kasus tersebut juga akan diproses secara hukum.
“Terkait hukuman, peserta yang masuk kategori curang dinyatakan gugur dan di-blacklist untuk mengikuti tes di PTN seluruh Indonesia serta dilaporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya. (Knu)

