MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut ekonomi Indonesia terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Prabowo menjelaskan ekonomi Indonesia dalam tujuh tahun terakhir tumbuh sekitar 5 persen per tahun atau setara akumulasi 35 persen. Namun, ia mempertanyakan mengapa pertumbuhan tersebut justru dibarengi kenaikan jumlah masyarakat miskin dan menyusutnya kelas menengah.
Harusnya kita tambah kaya 35 persen. Tapi apa yang terjadi?
kata Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di rapat paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5).
Ia mengaku terkejut setelah menerima berbagai data ekonomi beberapa minggu setelah menjabat presiden. Prabowo bahkan mengaku ia seperti dipukul di ulu hati saat melihat kondisi tersebut.
Rakyat kita yang miskin tambah dari 4,61 persen naik dari 4,9 persen. Kelas menengah turun,
ujarnya.
Baca juga:
DPR Puji Kehadiran Presiden Prabowo di Rapat Anggaran, Bukti Semangat Kuat untuk Target 2027
Ia menilai jawaban atas persoalan tersebut harus dijelaskan secara ilmiah dan matematis. Menurutnya, ada kemungkinan sistem ekonomi Indonesia selama ini berada di jalur yang tidak tepat.
Kemiskinan meningkat. Jawaban harus ilmiah, jawaban harus matematis. Menurut saya, jawabannya yakni amat mungkin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada arah yang tidak tepat,
sebut Prabowo.
Ia menilai ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi agar Indonesia bisa menjadi negara makmur.
Fakta kalau kita teruskan yang seperti ini, kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur,
tutup Prabowo.(knu)
Baca juga:
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto tentang KEM PPKF RAPBN 2027