Presiden Prabowo Diminta Pertimbangkan Pencopotan Menhut dan Kepala BNPB, Dinilai Bertanggung Jawab dalam Bencana Alam di Sumatra
Pengamat politik Jerry Massie.(foto: Merahputih.com/Kanu)
MERAHPUTIH.COM - PENGAMAT politik Jerry Massie meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot pejabat yang dinilai paling bertanggung jawab saat bencana di wilayah Sumatra terjadi. Menurut Jerry, posisi pejabat yang layak dievaluasi yakni Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) ini menyebut Raja Juli bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam mencegah pembalakan hutan di wilayah Sumatra. Hal itu menjadi pemicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
“Ini disebabkan kebijakan tak memikirkan bad impact atau adverse effect (dampak buruk) yang ditimbulkan,” ucap Jerry kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (5/12).
Jerry menilai Indonesia merupakan negara kedua pengrusak dan penghancur hutan. “Hampir seluas 10,5 juta hektare hutan dibabat di Indonesia dalam kurun waktu satu hingga dua dekade,” tutur Jerry.
Baca juga:
Sementara itu, Suharyanto dinilai terlalu meremehkan bencana alam yang telah memakan korban ratusan jiwa tersebut. Jerry mengkritik ucapan Kepala BNPB yang menyebut bencana di wilayah Sumatra dan Aceh tersebut hanya heboh di media sosial, sedangkan kondisi sebenarnya tidak separah yang dihebohkan itu.
Jerry menyebut Suharyanto tidak bisa melihat kondisi nyata di lapangan terkait dengan bencana tersebut. “Narasinya sangat melukai korban tanpa menunjukan sikap empati dan peduli sama sekali,” jelasnya.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencopot pejabat yang tak berkinerja baik saat musibah terjadi. “Kebijakan yang membuka ruang kerusakan lingkungan sudah memakan ratusan korban. Saatnya Presiden bertindak,” tegas Jerry.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui jumlah korban terdampak banjir bandang hingga tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Data Kamis (4/12) sore, sebanyak 836 orang dilaporkan meninggal dunia.
Jika dirincikan per provinsi, sebanyak 325 orang meninggal di Aceh dan dilaporkan 170 orang masih hilang. Kemudian jumlah korban jiwa di Sumut saat ini menjadi 311 orang, lalu korban meninggal di Sumbar sebanyak 200 orang.(knu)
Baca juga:
Bencana Alam Sumatra, Korban Tewas Tembus 836 Jiwa dan 518 Orang Hilang
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Persiapkan Menkeu Purbaya Jadi Presiden di Periode Selanjutnya
Kebakaran Hutan Mengamuk Tewaskan 18 Orang, Chile Tetapkan Status Bencana saat Api Mengancam Kota-Kota
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan