Presiden Prabowo Diminta Pertimbangkan Pencopotan Menhut dan Kepala BNPB, Dinilai Bertanggung Jawab dalam Bencana Alam di Sumatra

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Desember 2025
Presiden Prabowo Diminta Pertimbangkan Pencopotan Menhut dan Kepala BNPB, Dinilai Bertanggung Jawab dalam Bencana Alam di Sumatra

Pengamat politik Jerry Massie.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENGAMAT politik Jerry Massie meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot pejabat yang dinilai paling bertanggung jawab saat bencana di wilayah Sumatra terjadi. Menurut Jerry, posisi pejabat yang layak dievaluasi yakni Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) ini menyebut Raja Juli bertanggung jawab atas kelalaiannya dalam mencegah pembalakan hutan di wilayah Sumatra. Hal itu menjadi pemicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

“Ini disebabkan kebijakan tak memikirkan bad impact atau adverse effect (dampak buruk) yang ditimbulkan,” ucap Jerry kepada wartawan di Jakarta dikutip Jumat (5/12).

Jerry menilai Indonesia merupakan negara kedua pengrusak dan penghancur hutan. “Hampir seluas 10,5 juta hektare hutan dibabat di Indonesia dalam kurun waktu satu hingga dua dekade,” tutur Jerry.

Baca juga:

Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Gelondongan Kayu, Kambing Hitam Bencana Alam di Sumatra Segera Terbongkar



Sementara itu, Suharyanto dinilai terlalu meremehkan bencana alam yang telah memakan korban ratusan jiwa tersebut. Jerry mengkritik ucapan Kepala BNPB yang menyebut bencana di wilayah Sumatra dan Aceh tersebut hanya heboh di media sosial, sedangkan kondisi sebenarnya tidak separah yang dihebohkan itu.

Jerry menyebut Suharyanto tidak bisa melihat kondisi nyata di lapangan terkait dengan bencana tersebut. “Narasinya sangat melukai korban tanpa menunjukan sikap empati dan peduli sama sekali,” jelasnya.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencopot pejabat yang tak berkinerja baik saat musibah terjadi. “Kebijakan yang membuka ruang kerusakan lingkungan sudah memakan ratusan korban. Saatnya Presiden bertindak,” tegas Jerry.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui jumlah korban terdampak banjir bandang hingga tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Data Kamis (4/12) sore, sebanyak 836 orang dilaporkan meninggal dunia.

Jika dirincikan per provinsi, sebanyak 325 orang meninggal di Aceh dan dilaporkan 170 orang masih hilang. Kemudian jumlah korban jiwa di Sumut saat ini menjadi 311 orang, lalu korban meninggal di Sumbar sebanyak 200 orang.(knu)


Baca juga:

Bencana Alam Sumatra, Korban Tewas Tembus 836 Jiwa dan 518 Orang Hilang

#Bencana Alam #Sumatra #Presiden Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Motor Listrik Nasional yang Diresmikan Prabowo Dipastikan Bebas Uang Muka
Prabowo menyebut pengembangan kendaraan listrik tersebut menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah, swasta, BUMN, dan dunia akademis.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Motor Listrik Nasional yang Diresmikan Prabowo Dipastikan Bebas Uang Muka
Indonesia
Resmikan Ribuan Jembatan dan Sumber Air, Presiden Prabowo: Kita Perlu Investasi Besar-besaran
Proyek infrastruktur seperti ini perlu dibangun untuk memberikan manfaat bagi rakyat.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Resmikan Ribuan Jembatan dan Sumber Air, Presiden Prabowo: Kita Perlu Investasi Besar-besaran
Indonesia
Prabowo Ingatkan Polri: jangan cuma Hadir di Pusat Perekonomian
Secara khusus, ia menyoroti kerja kepolisian yang dilakukan hingga ke wilayah terpencil dan desa.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Prabowo Ingatkan Polri: jangan cuma Hadir di Pusat Perekonomian
Indonesia
PKB Nilai Rekam Jejak dan Kapabilitas Destry Damayanti Mumpuni
Selain berpengalaman panjang sebagai ekonom dan praktisi keuangan, Destry telah tujuh tahun berada di BI.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
PKB Nilai Rekam Jejak dan Kapabilitas Destry Damayanti Mumpuni
Indonesia
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8). Kemlu RI memastikan bahwa WNI di sana berada dalam kondisi aman.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Indonesia
Demokrat Tegaskan Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden, yang Penting Menteri Mampu Jalankan Program
Presiden bebas menentukan figur yang dinilai mampu menjalankan tugas pemerintahan.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Demokrat Tegaskan Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden, yang Penting Menteri Mampu Jalankan Program
Dunia
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Indonesia
PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029
Hasil survei tersebut jangan dibaca sebagai gambaran pasti Pilpres 2029 sebab pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu masih sekitar tiga tahun lagi.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
PDIP Nilai Elektabilitas Prabowo belum Jadi Gambaran Pilpres 2029
Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Indonesia
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
BRIN fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Bagikan