Presiden Jokowi Resmikan ABN dan Beri Kuliah Umum

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Minggu, 16 Juli 2017
Presiden Jokowi Resmikan ABN dan Beri Kuliah Umum

Presiden Joko Widodo (kanan) mempersilakan Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann (kedua kiri) dan Dubes Swiss untuk Indonesia Yvone Baumann di Istana Bogor. (ANTARA FOTO

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara bernama Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem dan memberikan kuliah umum di Gedung ABN Nasdem Pancoran Jakarta Selatan, Minggu (16/7).

Jokowi yang mengenakan setelan jas warna biru tua dengan dasi merah sudah tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB.

Tampak menyambut kehadiran Presiden Jokowi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang mengenakan setelan jas warna hitam.

Tampak hadir sejumlah tokoh partai politik dan pejabat negara antara lain Jaksa Agung Prasetyo, Ketua DPR Setya Novanto, Mendag Enggartiasto Lukita, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri LHK Siti Nurbaya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Sebelumnya Gubernur Akademi Bela Negara Partai NasDem, IGK Manila menjelaskan Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem dibangun di atas lahan seluas 4.900 meter persegi.

ABN didirikan sebagai sebuah institusi pendidikan dengan fasilitas, program dan kurikulum pendidikan serta tenaga pengajarnya.

IGK Manila menjelaskan ABN lahir dari pemikiran Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam merespons perkembangan setuasi nasional kehidupan kebangsaan Indonesia.

Utamanya yang belakangan ini mulai dirasakan memunculkan sebuah persoalan besar dan sangat serius bagi bangsa. Khususnya juga terkait dengan semangat nasionalisme dan patriotisme.

Saat ini, nilai-nilai dasar yang mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, serta nilai-nilai kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara seakan punah termakan jaman.

"Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lama di republik ini, karena sangat dikhawatirkan berpotensi menimbulkan ancaman terhadap kerusakan masa depan," kata IGK Manila.

Sementara Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menjelaskan, melalui program, kurikulum dan materi ajar yang diterapkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Partai NasDem diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Pelatihan pendidikan pada warga negara Indonesia, kita harapkan akan lebih mendapatkan manfaat yang lebih positif dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan. Melahirkan etos yang lebih solid," kata Surya Paloh.

Menurut Surya Paloh, dalam setiap gelombangnya, pendidikan di ABN mendidik sebanyak 500 orang. Di dalam pendidikan tersebut diprioritaskan untuk diikuti oleh kader NasDem dari seluruh Indonesia. (*)

Sumber: ANTARA



#Presiden Jokowi #Partai Nasdem #Surya Paloh #Bela Negara #Pendidikan Bela Negara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Heboh Ekskul Korps Kadet Bela Negara Siswa SMP-SMA, Wajb atau Tidak?
Heboh ekskul Korps Kadet Bela Negara masuk SMP-SMA! Mendikdasmen Abdul Mu'ti buka suara. Cek aturan Kepmen 136/2026 di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Heboh Ekskul Korps Kadet Bela Negara Siswa SMP-SMA, Wajb atau Tidak?
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Amnesty International menyoroti program bela negara bagi warga dan pelajar yang ditangkap saat demo DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi
Indonesia
Pelajar Tertangkap Saat Demo Dimasukan Barak, Ikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia
Program bela negara tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Polda Metro Jaya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Pelajar Tertangkap Saat Demo Dimasukan Barak, Ikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Diklat Bela Negara Koperasi Merah Putih Ditutup, 30 Ribu Manajer Mulai Disebar
Kementerian Pertahanan menutup Diklat Bela Negara SPPI 2026. Sebanyak 33.758 manajer Koperasi Merah Putih lulus pelatihan dan siap disebar ke seluruh Indonesia. Upacara penutupan digelar di Lanud Halim Perdanakusuma.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Diklat Bela Negara Koperasi Merah Putih Ditutup, 30 Ribu Manajer Mulai Disebar
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Bagikan