Presiden Jokowi Pasarkan Alutsista Dalam Negeri ke Negara Arab

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 11 September 2015
Presiden Jokowi Pasarkan Alutsista Dalam Negeri ke Negara Arab

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi PT Pindad, Januari 2015. (Foto: pindad.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempererat hubungan dengan sejumlah negara Arab melalui lawatan ke tiga negara Arab, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Kunjungan tersebut untuk memperluas pasar ekspor Indonesia dan menarik investasi dari tiga Negara Teluk tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan melakukan lawatan ke Timur Tengah (Timteng) selama 5 hari. Kunjungan kerja Presiden Jokowi di Timur Tengah berlangsung dari 11-15 September 2015, dengan rute Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Presiden Jokowi dalam konferensi pers, sebelum bertolak, mengatakan bahwa kunjungan ke Negara Teluk tersebut untuk memperluas kerja sama strategis yaitu mitra dagang Indonesia di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi, UEA, dan Qatar adalah beberapa negara tujuan ekspor ke Timur Tengah. Presiden Jokowi melanjutkan, tujuan kunjungan tersebut juga untuk kemitraan strategis ekspor alutista produksi dalam negeri ke Arab Saudi, UEA, dan Qatar.

"Kunjungan dapat memperluas akses pasar ke Timur Tengah," kata Jokowi sebelum berangkat, di Bandara Halim Perdanakusuma.

Diansir situs resmi PT Pindad, pindad.com, Presiden Jokowi menunjungi fasilitas produksi PT Pindad di Bandung, pada awal tahun (12/1). Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi melihat langsung pusat perakitan panser Anoa, Komodo dan panser kanon 90mm Badak. Jokowi didampingi Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, (mantan) Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Jokowi menengok pabrik pembuatan panser dengan berjalan kaki beserta sejumlah anggota rombongan. Lokasi kunjungann pertama yaitu gedung pusat perakitan panser, gedung pembuatan body kendaraan lapis baja, hingga fasilitas produksi dan perakitan berbagai senapan serbu dan senjata genggam buatan Pindad.

“Saya bisa lihat dari bahan mentah, dipotong, hingga jadi panser atau senjata,” kata Presiden Jokowi waktu itu.

Kepada Direktur Utama Pindad Silmy Karim, Presiden Jokowi memerintahkan Pindad tingkatkan kapasitas produksi lebih dari tiga kali lipat.

“Kami (pemerintah) akan menyuntikkan investasi hingga Rp700 miliar sesuai informasi Menteri Negara BUMN, tidak hanya sekadar memberi uang, kami juga akan menargetkan agar Pindad dapat lebih maju,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga meminta Pindad tidak hanya melayani pasar dalam negeri, tapi merambah ke pasar luar negeri.

“Saya minta manajemen untuk dapat membangun kapasitas produksinya, teknologinya, jika tidak bisa sendiri silakan mencari mitra kerja dari luar negeri. Produknya pun tidak hanya untuk dalam negeri tapi juga pasar global,” kata Presiden di BUMN alat pertahanan dan keamanan itu.

Hari ini, delapan bulan setelah kunjungan ke Pindad, Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke tiga negara Arab dengan salah satu agenda memasarkan alutsista dalam negeri. Ia didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Utusan Khusus Presiden Kawasan Timur Tengah Alwi Shihab.

Kunjungan Presiden Jokowi ke tiga negara Arab, selain untuk kerja sama ekonomi, juga mempererat hubungan dalam rangka perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Warga negara Indonesia di tiga negara tujuan lawatan kurang lebih sebanyak 1,4 juta orang. Mayoritas WNI di sana merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sektor informal.

Presiden Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Widodo beserta rombongan bertolak ke Timur Tengah menggunakan pesawat kepresidenan. Pesawat lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 09.30 WIB, kemudian transit di Banda Aceh untuk mengisi bahan bakar sekaligus Presiden menunaikan salat Jumat. Rombongan melanjutkan kembali perjalanan menuju Jeddah, Arab Saudi.

 

Baca Juga:

Pemangkasan Aturan Ekspor-Impor

Kemendag Optimalkan Produk Berorientasi Ekspor

Pembangunan Smelter Picu Peningatkan Ekspor Non Migas

#Kunjungan Kerja Jokowi #Produk Dalam Negeri #Ekspor Indonesia #Alutsista
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
TNI AL mengebut pengecatan kapal induk Giuseppe Garibaldi jelang serah terima 24 September 2026. Kapal akan berganti nama jadi KRI Sriwijaya. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Persetujuan diambil dalam rapat paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Indonesia
BRIN Buat Sepatu Karet Lokal untuk Sekolah Rakyat, Harga Mulai Rp 75 Ribu
BRIN mengembangkan sepatu karet lokal untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Sepatu berbahan karet produksi lokal ini dibanderol mulai sekitar Rp 75 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Buat Sepatu Karet Lokal untuk Sekolah Rakyat, Harga Mulai Rp 75 Ribu
Indonesia
Kadin Luncurkan Platfrom "We Buy From Indonesia" Perluas Produk Indonesia di Pasar Global
Melalui platform tersebut, Kadin memetakan rantai pasok produk ekspor beserta perusahaan yang terlibat agar peluang peningkatan ekspor lebih mudah diidentifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Kadin Luncurkan Platfrom
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
DPR belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah mengenai detail rencana pembelian sistem rudal tersebut. 

Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
Bagikan