Syarat Ketat, Penerbang Pesawat Tempur Rafale Wajib Ikut Pelatihan dan Lolos Seleksi

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Syarat Ketat, Penerbang Pesawat Tempur Rafale Wajib Ikut Pelatihan dan Lolos Seleksi

Pesawat Tempur Rafale/ dok YouTube Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TNI Angkatan Udara (TNI-AU) kini memiliki tambahan baru pesawat baru Rafale. Skadron Udara 12 TNI-AU yang dijuluki Black Panther bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin akan menjadi salah satu satuan yang mengoperasikan Rafale. Komandan Skadron Udara (Danskadron Udara) 12, Letkol Pnb Binggi 'Rayden' Nobel mengungkapkan Lanud Roesmin Nurjadin tengah menyiapkan kelengkapan infrastruktur untuk operasional pesawat tempur Rafale.

“Untuk pengoperasian awal sudah disiapkan melalui kontrak yang ada, dengan infrastruktur yang ada, baik untuk pemeliharaan kemudian pengoperasian sehari-harinya,” kata dia kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Dia memastikan proses pelatihan calon penerbang pesawat tempur Rafale masih terus berjalan seiring persiapan kedatangan armada jet tempur asal Prancis tersebut ke Indonesia. Para calon pilot Rafale dipilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Tidak semua penerbang tempur TNI-AU dapat mengikuti program tersebut.

“Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan akan terus dilakukan hingga seluruh pesawat datang,” kata Binggi.

Baca juga:

Rafale, Jet Tempur Canggih yang Hanya Bisa Dikuasai 8 Pilot TNI AU



Menurut dia, syarat utama menjadi pilot Rafale yakni memiliki pengalaman tinggi sebagai penerbang tempur dengan jam terbang yang memadai. Setelah lolos seleksi administrasi dan kemampuan, para penerbang kemudian menjalani pelatihan lanjutan untuk mengoperasikan pesawat tempur generasi modern tersebut. Saat ini, TNI-AU telah memiliki delapan calon pilot Rafale. Empat di antaranya sedang menjalani program konversi atau pelatihan khusus pengoperasian Rafale.

Selama pelatihan, para penerbang mempelajari berbagai materi mulai dari aspek teknis, sistem persenjataan, hingga praktik penerbangan. Sebagian pelatihan juga dilakukan di Prancis, negara pembuat Rafale.

Binggi menegaskan kesiapan pilot menjadi faktor penting dalam pengoperasian jet tempur multi-role tersebut. Selain pilot, kesiapan teknisi, alutsista, dan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian utama TNI-AU. “Kesiapan pilot, teknisi, dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale,” ujarnya.

Pesawat tempur Dassault Rafale dikenal sebagai salah satu jet tempur paling canggih di dunia saat ini. Oleh karena itu, tidak semua pilot tempur dapat langsung mengoperasikan pesawat buatan Prancis tersebut.

Rafale bukan sekadar jet tempur biasa. Pesawat ini membawa teknologi modern yang menuntut kemampuan tinggi dari seorang penerbang, baik secara teknis, mental, maupun pengambilan keputusan di medan tempur. Salah satu tantangan terbesar dalam mengendalikan Rafale yakni kompleksitas sistem avionik dan sensor digital yang dimilikinya.(knu)

Baca juga:

Prabowo: Penambahan Rafale dan Radar Jadi Tonggak Kekuatan Pertahanan RI





#TNI AU #Alutsista #Jet Tempur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Pesawat ini juga dikerahkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara atau air to air refuiling.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Indonesia
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
TNI AL mengebut pengecatan kapal induk Giuseppe Garibaldi jelang serah terima 24 September 2026. Kapal akan berganti nama jadi KRI Sriwijaya. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Bagikan