Headline

Presiden Erdogan Desak PBB Batalkan Keputusan AS Terkait Yerusalem

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 15 Desember 2017
Presiden Erdogan Desak PBB Batalkan Keputusan AS Terkait Yerusalem

Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan (Foto: xinhua)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdgan menegaskan bahwa Turki akan mengambil inisiatif melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membatalkan keputusan Amerika Serikat terkait Yerusalem.

“Turki akan berjunag di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membatalkan keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, “kata Presiden Tayyip Erdogan pada Jumat (15/12).

Berbicara di hadapan kerumuman orang yang berkumpul di Konya, ibu kota Anatolia, di bagian tengah Turki, melalui telekonferensi, Erdogan mengatakan Turki pertama akan mengusahakan pembatalan langkah tersebut di Dewan Keamanan, dan jikalau gagal pihaknya akan berusaha di Majelis Umum PBB.

Presiden Erdogan pada Sabtu (9/12) mengatakan keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bertolak-belakang dengan hukum internasional dan resolusi PBB.

"Dewan Keamanan PBB telah melakukan tindakan besar untuk memukul pengumuman ini," kata Erdogan dalam satu pertemuan di Istanbul.

Erdogan sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan pengumuman mengenai Yerusalem tersebut telah membuat AS berbenturan dengan Resolusi 478 Dewan Keamanan -- yang mengutuk upaya pencaplokan Israel atas Yerusalem Timur dan mendesak negara anggota PBB untuk menarik misi mereka dari Yerusalem.

"Bagaimana itu bisa mungkin? Anda membubuhi tandatangan dan sekarang Anda membantahnya," kata Erdogan.

"Memimpin dunia tidak mudah dan menjadi kuat tak memberi Anda hak ini," kata Erdogan mengenai Presiden Trump, yang pada Rabu (6/12) mengubah kebijakan yang telah lama dipegang AS dengan mengumumkan keputusannya untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan memulai prosedur pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan juga menuduh Israel menjadi negara pendudukan, melakukan perluasan bertahap wilayah Israel dari 1947 sampai hari ini di peta yang terlihat di layar.

"Sekarang, dengan kekuatan polisinya, mereka menyerang anak-anak dan pemuda, dan menyebar teror," kata Erdogan. Sekali lagi, ia menggambarkan Yerusalem sebagai garis merah buat Dunia Islam.

Erdogan telah mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel dan menyerukan pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Islam di Istanbul pada 13 Desember.

Status Yerusalem termasuk di antara masalah inti yang berkaitan dengan konflik Palestina-Israel, sementara rakyat Palestina berusaha mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.(*)

#Recep Tayyip Erdogan #PBB #Yerusalem #Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
ShowBiz
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Hasil penjualan tiket untuk pertunjukan tur ini akan disalurkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Bagikan