Pramono Ingin Jakarta Jadi Contoh Penanganan Sampah Lewat PLTSa, Bangun 2 Pembangkit

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Pramono Ingin Jakarta Jadi Contoh Penanganan Sampah Lewat PLTSa, Bangun 2 Pembangkit

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masalah sampah menjadi persoalan serius di Jakarta, terutama setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang menjadi sorotan setelah longsor dan menelan korban jiwa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meneken Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah hingga kerja sama dengan Danatara untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa),

"Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah di Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

Pramono menuturkan, kebijakan ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan gerakan bersama yang akan didorong menjadi budaya baru warga Jakarta.

Baca juga:

Warga Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah Rumah Jadi 4 Kategori, Ini Aturannya!

Ia menyebut, uji coba pemilahan sampah sebenarnya sudah berjalan di sejumlah wilayah, seperti Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara.

"Sebagai percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing, dan sebagainya. Tapi minggu depan mudah-mudahan ini menjadi gerakan masif di seluruh kota administrasi," katanya.

Di sisi hilir, Pemerintah DKI juga memperkuat infrastruktur pengolahan sampah melalui kerja sama strategis.

Pihaknya akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), masing-masing di Bantargebang, Bekasi dan Tanjung di kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Langkah ini melengkapi rencana pembangunan PLTSa di Sunter serta pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara yang sudah berjalan.

Dengan skema tersebut, Jakarta ditargetkan memiliki tiga fasilitas PLTSa sebagai tulang punggung pengolahan sampah.

Dengan demikian, kata Pramono, DKI Jakarta akan memiliki tiga pembangkit listrik tenaga sampah.

"Ditambah RDF Rorotan yang sekarang ini sudah beroperasi. Mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta bisa tertangani dengan baik," ujarnya.

Pramono menekankan, kombinasi antara pemilahan dari sumber dan penguatan fasilitas pengolahan menjadi kunci utama mengurai persoalan sampah yang selama ini membebani Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan ini optimistis, jika gerakan ini berjalan konsisten, Jakarta dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah perkotaan di tingkat nasional. (Asp)

#Sampah #TPST BantarGebang #Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Bagikan