MerahPutih.com - Masalah sampah menjadi persoalan serius di Jakarta, terutama setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang menjadi sorotan setelah longsor dan menelan korban jiwa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meneken Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah hingga kerja sama dengan Danatara untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa),
"Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah di Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Pramono menuturkan, kebijakan ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan gerakan bersama yang akan didorong menjadi budaya baru warga Jakarta.
Baca juga:
Warga Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah Rumah Jadi 4 Kategori, Ini Aturannya!
Ia menyebut, uji coba pemilahan sampah sebenarnya sudah berjalan di sejumlah wilayah, seperti Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara.
"Sebagai percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing, dan sebagainya. Tapi minggu depan mudah-mudahan ini menjadi gerakan masif di seluruh kota administrasi," katanya.
Di sisi hilir, Pemerintah DKI juga memperkuat infrastruktur pengolahan sampah melalui kerja sama strategis.
Pihaknya akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), masing-masing di Bantargebang, Bekasi dan Tanjung di kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara.
Langkah ini melengkapi rencana pembangunan PLTSa di Sunter serta pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara yang sudah berjalan.
Dengan skema tersebut, Jakarta ditargetkan memiliki tiga fasilitas PLTSa sebagai tulang punggung pengolahan sampah.
Dengan demikian, kata Pramono, DKI Jakarta akan memiliki tiga pembangkit listrik tenaga sampah.
"Ditambah RDF Rorotan yang sekarang ini sudah beroperasi. Mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta bisa tertangani dengan baik," ujarnya.
Pramono menekankan, kombinasi antara pemilahan dari sumber dan penguatan fasilitas pengolahan menjadi kunci utama mengurai persoalan sampah yang selama ini membebani Jakarta.
Politikus PDI Perjuangan ini optimistis, jika gerakan ini berjalan konsisten, Jakarta dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah perkotaan di tingkat nasional. (Asp)