MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta memberangkatkan 33.902 pemudik dalam Program Mudik Gratis 2026 dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/3) pagi.
Gubernur Pramono Anung meminta agar pemudik tidak sembarangan menjanjikan asa kepada para kerabat di kampung halaman untuk ikut mengadu nasib di Jakarta. Meskipun, Ia menegaskan Jakarta terbuka untuk didatangi bagi semua masyarakat.
"Nanti kalau mau pulang kampung, atau pulang ke Jakarta, Jakarta terbuka bagi siapa saja. Tetapi jangan menjanjikan sesuatu yang ngiming-ngimingi atau mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak semua orang bisa bertarung di Jakarta," kata Pramono.
Pramono menekankan para pendatang mesti bekerja keras untuk bisa hidup layak di Jakarta. Namun demikian, Pramono mengaku Pemprov DKI tak akan menjalankan operasi yustisi bagi para pendatang yang masuk Jakarta selepas Lebaran pada tahun ini.
Baca juga:
"Jakarta tidak akan ada operasi yustisia. Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk datang. Karena saya lihat hampir semua yang duduk di depan ini semuanya dulu mengadu nasib ke Jakarta. Termasuk Gubernur, Wakil Gubernurnya," ucapnya.
Jumlah peserta tahun ini tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pramono menyebut Pemprov DKI menambah kapasitas layanan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat mengikuti program tersebut.
Program Mudik Lebaran tahun 2026 yang jumlahnya kurang lebih 34.000 pemudik, mengalami kenaikan 34 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah bus yang diberangkatkan hari ini 744 bus. (Asp)