MERAHPUTIH.COM - MENJELANG Idul Fitri acap diwarnai tindakan oknum organisasi masyarakat (ormas) yang memaksa pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR). Saat mmenyikapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar tidak ada pihak yang minta THR ke pengusaha. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif bagi semua pihak.
“Mudah-mudahan, tidak ada pemaksaan dari ormas atau siapa pun untuk minta THR," kata Pramono kepada wartawan yang dikutip Rabu (11/3).
Ia menilai Jakarta dikenal memiliki iklim usaha yang kondusif. Pramono berharap hubungan antara pengusaha dan masyarakat tetap harmonis tanpa tekanan dari pihak mana pun. Ia juga menyarankan agar pengusaha menanggapi permintaan THR dari pihak luar dengan bijak. Menurutnya, menjaga situasi kondusif sangat penting agar kegiatan ekonomi Ibu Kota tetap berjalan lancar.
Baca juga:
Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan THR Jelang Idulfitri 2026, Pekerja Bisa Konsultasi
"Bagi pengusaha, kalau boleh saya sarankan, karena Jakarta ini, terutama kita, menjaga kehidupan yang sudah berjalan dengan baik," ujar Pramono.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kebutuhan masyarakat. Lebih lanjut ia menegaskan Pemprov DKI ingin memastikan suasana menjelang Idul Fitri aman dan nyaman.
Hal ini berlaku bagi masyarakat maupun pelaku usaha di seluruh wilayah Ibu Kota.(Asp)
Baca juga:
Bendahara Negara Janji Semua ASN dan Pensiunan Sudah Pegang THR Pekan Depan