Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran kepolisian dan dinas terkait untuk menindak tegas pelaku penyiraman air keras terhadap pelajar di Cempaka Putih yang terjadi pada Jumat (6/2) lalu guna memutus rantai kekerasan di lingkungan pendidikan.
Langkah ini diambil setelah video aksi brutal di Jalan Cempaka Raya tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan publik.
Baca juga:
Siswa Tewas Akibat Jalan Berlubang, Pramono Perintahkan Tambal Sementara Walau Masih Hujan
"Siapapun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan, saya minta untuk diambil tindakan tegas. Enggak ada kompromi untuk itu," ujar Pramono dengan nada bicara yang lugas di Balai Kota, Selasa (10/2).
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan, terutama yang melibatkan anak sekolah.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk kejahatan serius yang harus mendapat konsekuensi hukum yang nyata.
Penanganan Hukum Pelaku di Bawah Umur
Meskipun para pelaku masih berstatus di bawah umur, proses hukum tetap berjalan di bawah pengawasan ketat. Saat ini, Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang sebelumnya terekam berboncengan motor saat melancarkan aksinya.
Baca juga:
Pelajar Tewas Akibat Jalan Lubang, Legislator Tegur PU Jangan Lalai
Pihak kepolisian terus mendalami motif di balik serangan tersebut sembari memastikan korban mendapatkan pendampingan medis dan psikologis yang memadai.
Pramono berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelajar di Jakarta agar tidak melakukan tindakan yang merusak masa depan diri sendiri maupun orang lain.