Praktek Pengambilalihan Paksa Tambang dan Mafia Tambang Rugikan Investor

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Mei 2022
Praktek Pengambilalihan Paksa Tambang dan Mafia Tambang Rugikan Investor

Ilustrasi batu bara. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Intimidasi disinyalir masih dirasakan para investor, terutama yang bergerak di bidang investasi batubara di berbagai daerah, salah satunya di Sumatera Selatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya dugaan kasus pelepasan paksa kepemilikan tambang di daerah tersebut.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, ganguan pada investor oleh mafia tambang memang secara tradisi sudah terjadi sekian lama di Indonesia.

Baca Juga:

Pemerintah Tindak Tegas Truk Tambang yang Gunakan Solar subsidi

"Prakteknya, banyak mengindikasikan atau seringkali diwarnai dengan pengaruh dari shadow government, kemudian ada praktik-praktik ilegal yang sering kali merugikan bagi masyarakat sekitar dan juga bagi lingkungan," katanya dalam keteranganya di Jakarta, Rabu 4 Mei 2022.

Parahnya, kata dia, praktek tersebut seringkali tidak hanya melibatkan oknum penegak hukum atau aparat hukum, tapi sampai juga kepada oknum pemerintah, oknum penguasa yang bekerjasama dengan pihak yang ingin menguasai tambang secara ilegal.

"Seperti yang saya sebutkan, shadow government sebetulnya adalah di luar pemerintahan tapi memiliki pengaruh dari sisi kemampuan modal capital mereka, yaitu pihak yang ingin menguasai tambang-tambang terutama yang di daerah-daerah," katanya.

Faisal setuju, jika KPK dan Polri harus turun untuk menghentikan praktek mafia tambang karena pratek itu, masih marak sampai sekarang. Bahkan, ada dugaan dugaan para mafia tambang yang support atau mendukung dalam kampanye Pilpres.

"Praktek tersebut yang seharusnya sudah secara konsisten harus diberantas di Indonesia. KPK memang harus turun sampai arah ke sana (praktik mafia tambang)," ujarnya.

Baca Juga:

Permintaan Komoditas Tambang Bikin Ekspor Indonesia Melonjak

Faisal mengatakan, yang harus dilakukan adalah pengawasan dan juga investigasi yang lebih luas dan lebih ketat. KPK harus turun lebih intensif lagi sampai ke daerah, bukan hanya di pusat.

"Karena ini sudah marak di banyak daerah dan tipikal terjadi juga di industri atau bisnis tambang dan itu seharusnya menjadi fokus utama juga bagi KPK," kata dia.

Peneliti CORE mengakui, perlu ada SDM (sumber saya manusia) lebih besar yang perlu dikerahkan untuk menelusuri praktik itu.

"Termasuk untuk melihat dari sisi government daripada bisnis tambang yang ada di daerah-daerah," katanya.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto menilai jika maraknya mafia tambang yang bermunculan karena kurangnya audit pengawasan lapangan, illegal minning serta lemahnya tata kelola dan perizinan sektor pertambangan.

"Tentunya peran pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk meminimalisir maraknya mafia tambang. Maraknya mafia tambang ini adalah perlawanan terhadap aturan baku dalam mencari keuntungan," kata Hari.

Ia menegaskan,mafia tambang tidak mungkin bisa bergerak bila tidak mendapat beking oknum aparat, birokrasi bahkan politisi.

"Sehingga sangat perlu kerjasama aparat penegak hukum yaitu Mabes Polri, KPK dan Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas dan memberantas kasus mafia tambang," katanya.

Apalagi, kata dia, pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Bidang Usaha Pertambangan Batu Bara.

"Tentunya PP No 15 Tahun 2022 dapat menjadi acuan aparatur hukum untuk membantu meningkatkan pendapatan negara dari sektor tambang, dimana Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut realisasi penerimaan pajak di sektor pertambangan pada kuartal I/2022 tumbuh 195,4% dari periode yang sama tahun lalu," katanya. (*)

Baca Juga:

Harga Komoditas Tambang dan Karet Bikin Ekonomi Bertahan di 3,5 Persen

#Tambang #Pertambangan #Investor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina Diedarkan Buat Tambang Ilegal
Pola penyelundupan sianida yang sebelumnya ditemukan di wilayah Gorontalo serta karakteristik penggunaannya dalam aktivitas pertambangan emas ilegal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina Diedarkan Buat Tambang Ilegal
Indonesia
2 Warga Negara China Jadi Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sulawesi Utara
Hasil penyidikan menunjukkan XXL berperan sebagai pengawas lapangan, sedangkan CXY diduga mengoordinasikan operasional PETI.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
2 Warga Negara China Jadi Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sulawesi Utara
Indonesia
Kejagung Sita Rp 401 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Komoditas Nikel
Saat ini penyidik sedang mengonstruksikan peristiwa pidana dengan kelengkapan alat buktinya untuk menentukan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kejagung Sita Rp 401 Miliar di Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Komoditas Nikel
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
DPR Desak Perintah Prabowo ke Kapolri dan TNI Sikat Beking Tambang Diusut Sampai Aliran Dana
Praktik pertambangan ilegal selama ini tidak hanya menyebabkan potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan negara, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
DPR Desak Perintah Prabowo ke Kapolri dan TNI Sikat Beking Tambang Diusut Sampai Aliran Dana
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bos Amazon, Jeff Bezos, ditawari untuk membeli saham Liverpool. Namun, hal ini masih dalam kajian.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Berita
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Berita
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Secara spesifik, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) dan SP500 (SPYX) mengalami kenaikan pesat
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Indonesia
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Potensi pekerja tambang yang terdampak kebijakan efisiensi atau PHK bisa mencapai 1.500 orang.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Bagikan