MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2).
Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Prabowo mengatakan sejak hari pertama, pihaknya telah mempelajari rencana 20 poin yang diajukan Presiden Trump dan Indonesia langsung menyatakan kesepakatan dan komitmen penuh terhadap implementasinya.
"Dari hari pertama, kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami sangat berkomitmen pada rencana ini dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kami berkomitmen pada kesuksesannya," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan langsung akun YouTube Gedung Putih, AS, di Jakarta, Kamis (19/3).
Baca juga:
Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian di Washington, DPR: Tekan Israel Hentikan Serangan ke Gaza
Presiden menyampaikan, pelaksanaan rencana ini tidak akan berjalan dengan mudah. Berbagai tantangan dan hambatan diperkirakan akan muncul dalam prosesnya. Namun, ia optimistis bahwa cita-cita perdamaian ini akan terwujud menjadi nyata.
"Kami tahu akan ada banyak rintangan. Akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump bahwa visi perdamaian yang nyata ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kami akan menang," tegasnya.
Indonesia memiliki harapan besar untuk terwujudnya perdamaian di Palestina, termasuk di Gaza. Di mana, pencapaian gencatan senjata sebagai langkah nyata yang patut diapresiasi.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk menyumbangkan pasukan perdamaian kurang lebih 8.000 orang, guna mendukung stabilisasi perdamaian internasional.
Selain Indonesia, beberapa pemimpin negara anggota lainnya juga turut hadir, antara lain dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.