Merahputih.com - Koalisi aktivis pro-Palestina Global Sumud Flotilla (GSF) memastikan bahwa pasukan zionis Israel mencegat seluruh kapal konvoi pelayaran pembawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Misi pelayaran tersebut bertujuan menerobos blokade laut Gaza guna menyalurkan bantuan logistik dan kemanusiaan global.
Semua kapal telah dicegat. Kami menunggu informasi terbaru terkait penculikan ilegal mereka,
tulis pernyataan resmi GSF melalui platform Telegram sebagaimana dikutip Antara, Rabu (20/5).
Baca juga:
Empat Jurnalis RI Ditangkap Tentara Israel, DPR: Tabrak Hukum Internasional
Konvoi pelayaran bantuan kemanusiaan tersebut bertolak dari Barcelona, Spanyol, sejak 15 April silam. Aliansi kemanusiaan ini membawa misi besar untuk menembus barikade ketat militer Israel di perairan Timur Tengah.
Kronologi Sabotase Militer Israel
Rentetan gangguan militer Israel bermula pada malam 29 April hingga 30 April. Para aktivis melaporkan pasukan Israel mengambil alih paksa kapal di dekat Pulau Kreta.
Tentara zionis merusak mesin kapal serta sistem navigasi, lalu meninggalkan awak kapal terombang-ambing di lautan.
Aksi represif memuncak pada Senin (18/5). Kapal perang zionis mengepung dan mencegat paksa kapal misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional, sekira 250 mil laut dari pesisir Gaza.
Skala Misi Kemanusiaan GSF
Pada akhir Maret, koalisi aktivis mengumumkan estimasi jumlah armada dalam misi flotilla terbaru ini mencapai 100 kapal.
Baca juga:
Gerakan kemanusiaan ini melibatkan lebih dari 2.000 sukarelawan lintas negara demi menembus blokade ilegal di Jalur Gaza.