MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan nasional, salah satunya melalui digitalisasi pendidikan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini telah memfasilitasi papan interaktif digital (PID) untuk seluruh sekolah di Indonesia.
Saat ini, masing-masing sekolah setidaknya telah memiliki satu perangkat PID. Namun ke depan, pemerintah menargetkan penambahan perangkat tersebut agar bisa menjangkau setiap ruang kelas.
“Saya ingin semua ruang kelas punya layar digital. Smartboard. Sekarang baru satu per sekolah. Ada yang dua. Berarti target kita masih tiap sekolah mungkin tiga, empat lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia,” kata Prabowo saat meninjau fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4).
Baca juga:
Prabowo Targetkan 288 Ribu Sekolah Rampung Direvitalisasi pada 2028
Menurut Prabowo, penggunaan PID akan mendorong kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih interaktif dan fleksibel. Materi pembelajaran nantinya juga akan tersimpan dalam format digital sehingga dapat diakses kapan saja.
“Dengan demikian interaktif, silabus-silabus ada di software, membantu semua. Kalau murid atau guru ingin ulangi-ulangi bisa setiap saat diulangi pelajaran,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sistem pengajaran terpusat dengan melibatkan tenaga pengajar terbaik, termasuk penutur asli bahasa asing.
Baca juga:
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Prabowo mencontohkan, pemerintah akan merekrut native speaker untuk pembelajaran Bahasa Inggris. Materi pengajaran tersebut akan direkam dan dapat diakses oleh siswa melalui perangkat PID di sekolah.
“Nanti kita ada studio pusat di Jakarta. Guru-guru terbaik, umpamanya Bahasa Inggris ya kita ambil native speaker, dia bisa ngajar ke semua yang perlu,” tutur Prabowo.
Ia menegaskan, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kunci penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
“Bahasa Mandarin (juga) begitu, kita mau tambah anak-anak sekolah kita harus bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing. Mulai dari SD,” tegasnya. (Pon)