Prabowo Siap Jadi Fasilitator Konflik Israel, DPR Ingatkan Kalkulasi Diplomasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 02 Maret 2026
Prabowo Siap Jadi Fasilitator Konflik Israel, DPR Ingatkan Kalkulasi Diplomasi

Iran Lancarkan Serangan di ke Pangkalan AS di Kawasan, 1 Tewas dan 11 Terluka di Bandara Dubai dan Abu Dhabi.(foto: Instagram @streetbangtv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menilai, rencana Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menjadi fasilitator konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran perlu dikaji secara matang, terutama terkait kesiapan diplomasi dan kepentingan nasional Indonesia.

Menurut TB Hasanuddin, niat Presiden untuk menjadi mediator konflik internasional sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Namun, langkah tersebut dinilai memerlukan kalkulasi strategis yang komprehensif.

“Niat Presiden menjadi fasilitator konflik ke Teheran sudah sesuai dengan prinsip bebas aktif dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan konstitusi. Akan tetapi, niatan tersebut juga membutuhkan kalkulasi yang matang,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, Senin (2/3).

Baca juga:

Rute dan Maskapai Yang Menutup Penerbangan dari Indonesia Akibat Serangan AS dan Israel ke Iran

Politikus PDI Perjuangan itu menilai terdapat sejumlah tantangan yang perlu dipertimbangkan jika Indonesia ingin mengambil peran sebagai fasilitator konflik internasional tersebut.

Salah satunya terkait persepsi posisi diplomasi Indonesia yang dinilai lebih condong ke Amerika Serikat dan Israel.

Ia menilai, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan Iran terhadap peran Indonesia sebagai mediator. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan upaya diplomasi apabila tidak diantisipasi secara cermat.

Selain tantangan geopolitik, TB Hasanuddin menekankan bahwa peran sebagai fasilitator konflik membutuhkan komitmen besar dari pemerintah.

Baca juga:

China Murka Rudal AS-Israel Tewaskan Ali Khamenei, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

Upaya mediasi, menurut dia, memerlukan alokasi waktu, tenaga, serta anggaran yang tidak sedikit karena proses dialog umumnya berlangsung panjang dan berkelanjutan.

“Harus meluangkan waktu, tenaga, bahkan anggaran untuk memfasilitasi pihak-pihak yang berselisih. Dialog tidak hanya satu atau dua kali. Pertanyaannya, apakah Presiden atau Menteri Luar Negeri sudah benar-benar siap?” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan mengenai kepentingan nasional yang ingin dicapai Indonesia melalui peran diplomatik tersebut. Menurut dia, setiap langkah diplomasi berskala besar harus memiliki manfaat nyata bagi kepentingan strategis negara.

TB Hasanuddin menambahkan, Indonesia sebaiknya mempertimbangkan peran fasilitator pada konflik kawasan yang lebih dekat dengan kepentingan nasional, seperti konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Baca juga:

Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang

Menurut dia, stabilitas kawasan ASEAN merupakan prioritas karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kepentingan strategis Indonesia di kawasan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait dengan program nuklir Iran.

Eskalasi konflik mencapai puncaknya melalui serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi waktu Iran. Aksi balasan masih berlangsung hingga berita ini ditayangkan.

"Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi," ujar Kemlu RI.

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai."

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Prabowo Subianto, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak.

"Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," sebut Kemlu RI. (Pon)

#Konflik Israel-Iran #Amerika Serikat #Perang #DPR #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
Prabowo akan meresmikan enam komando daerah militer (kodam) baru pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Indonesia
Prabowo Resmi Lantik 26 Wantimpres, Berapa Gaji yang Diterima?
Presiden RI, Prabowo Subianto, resmi melantik 26 Wantimpres. Lalu, berapa gaji yang diterima setiap anggotanya?
Soffi Amira - Jumat, 02 Oktober 2026
Prabowo Resmi Lantik 26 Wantimpres, Berapa Gaji yang Diterima?
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Suyudi Ario Seto Disetujui Jadi Kapolri, Prabowo Siap Lantik Sejumlah Menteri Hari ini
Presiden RI, Prabowo Subianto, bakal melantik sejumlah menteri pada Kamis (1/10). Sebelumnya, Suyudi Ario Seto disetujui jadi Kapolri.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Disetujui Jadi Kapolri, Prabowo Siap Lantik Sejumlah Menteri Hari ini
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri
Rapat Paripurna Ke-8 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 01 Oktober 2026
Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri
Berita Foto
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Pol Suyudi Ario Seto Jalani Fit and Proper Test Calon Kapolri dengan Komisi III DPR
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Bakal Hadiri Rapat Paripurna DPR
Dalam rapat itu, ada dua agenda utama, yakni penetapan mitra kerja Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Presiden Prabowo Subianto Bakal Hadiri Rapat Paripurna DPR
Berita Foto
RDP Ombudsman dan Komisi II DPR Bahas Temuan Lapas Mewah di Cibinong
Ketua Ombudsman Nuzran Joher mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 29 September 2026
RDP Ombudsman dan Komisi II DPR Bahas Temuan Lapas Mewah di Cibinong
Bagikan