MerahPutih.com - Pada Minggu (14/6), Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi penyusunan memorandum kesepakatan di antara keduanya telah selesai.
Pada Kamis malam (18/6) hingga Jumat dini waktu setempat, kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh. Dokumen itu mengatur penghentian konflik militer yang disebut dimulai sejak 28 Februari.
Memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6) dibatalkan.
Baca juga:
Sebelumnya dikabarkan, Wakil Presiden AS JD Vance belum berangkat ke Swiss untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran karena rencana teknis terkait pembicaraan tersebut belum final.
Trump mengatakan, residen Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa tidak ada batasan terhadap kemampuannya untuk menggunakan kekuasaan setelah perang AS-Iran dan menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki militer terkuat di dunia.
Dalam wawancara dengan Axios, yang dirilis pada Kamis (18/6), Trump ditanya soal apa yang dia pelajari tentang penggunaan dan batasan kekuasaan presiden sebagai akibat dari konflik tersebut.
Tidak ada batasan. Saya belum mempelajari pelajaran itu. Saya tahu ada, tetapi tidak ada batasan. Kami mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer,
kata Trump.