MerahPutih.com - Kementerian Haji dan Umrah Indonesia tengah menggodok skema penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean panjang untuk ke depannya.
Kajian ini untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto meminta agar sistem haji di Indonesia lebih efisien dan tidak membebani calon jamaah dengan daftar tunggu yang bisa mencapai puluhan tahun.
“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Itu yang sedang kami formulasikan,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (9/4).
Indonesia saat ini memiliki antrean calon haji mencapai 5,7 juta orang. Kuota resmi dari Arab Saudi hanya sekitar 200 ribu jamaah per tahun, sehingga daftar tunggu semakin panjang.
Baca juga:
Skema Sistem Beli Tiket
Dahnil menjelaskan, pengelolaan keuangan haji yang membuat jumlah pendaftar terus meningkat menjadi salah satu faktor utama.
Untuk itu, lanjut Wamenhaj, Pemerintah kini mempertimbangkan model fleksibel menyerupai sistem pembelian tiket langsung.
“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Nanti nggak perlu ngantre, siapa yang dapat langsung berangkat,” tutur Dahnil.
Baca juga:
Prabowo Bersikukuh Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta, Meski Harga Avtur Meroket
Nasib 5,7 Juta Orang di Daftar Tunggu Haji
Namun, Wamenhaj menekankan perlindungan bagi jutaan jamaah yang sudah lama masuk daftar tunggu tetap menjadi prioritas di dalam kuota 200 ribu.
“Kan ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka? Itu yang sedang kami pikirkan,” imbuhnya, dikutip Antara.
Dahnil menambahkan gambaran skema di atas masih dalam kajian yang akan digodok, bukan sudah menjadi keputusan final pemerintah.
Baca juga:
Jadwal Haji 2026: Berangkat 22 April Sampai 21 Mei, 1 Juli Semua Sudah Tiba di Tanah Air
“Nah ini kami akan terus godok. Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya, modelnya seperti apa. Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden Haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” tandasnya. (*)