MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa Indonesia merupakan teman sejati Amerika Serikat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan di Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat.
Prabowo sendiri mengingat peran AS yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"AS berperan penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan kami pada akhir tahun 1940-an. Saat itu, kami sedang memperjuangkan perang kemerdekaan untuk membebaskan diri dari kolonialisme Belanda, dan AS sangat berperan dalam mendukung kami," ujar Prabowo pada Kamis (19/2).
Baca juga:
Prabowo Hadiri KTT Dewan Perdamaian di Washington, DPR: Tekan Israel Hentikan Serangan ke Gaza
Setelah merayakan kemerdekaan, Prabowo mengatakan bahwa AS selalu membantu Indonesia dalam masa-masa kritis. Jadi, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak pernah melupakan sejarah.
"Memang ada teman yang hanya ada saat semuanya berjalan baik-dalam istilah Anda disebut fair-weather friends. Namun, hal ini menunjukkan betapa tuanya saya, karena saya masih mengingat masa-masa sulit itu," ujarnya.
Menurut Prabowo, meskipun secara politik menganut tradisi kebijakan luar negeri non-blok, hubungan kedua negara memiliki akar sejarah panjang yang tidak bisa dilupakan.
"Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat bahwa Indonesia adalah teman sejati, meskipun secara politik kami memiliki tradisi politik luar negeri non-blok," ujarnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Tutup Ribuan Tambang Ilegal, Rayu Investor Asing Masuk ke Indonesia
Politik luar negeri Indonesia sejak awal, menurut Prabowo, memang menempatkan diri pada posisi yang menghormati semua kekuatan besar dan menjalin persahabatan dengan seluruh bangsa.
Melalui prinsip tersebut, Indonesia merasa dapat berperan sebagai jembatan atau perantara di tengah dinamika global.
"Kami menghargai persahabatan dengan semua bangsa. Pada akhirnya, kami merasa dapat menjadi semacam jembatan, semacam perantara yang jujur (honest broker) di antara kekuatan-kekuatan besar dunia," ujarnya. (knu)