MerahPutih.com - Konflik Timur Tengah berpotensi meluas.
Presiden RI, Prabowo Subianto, menghubungi Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).
Keduanya membahas masalah konflik di Timur Tengah yang memanas menyusul perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Yang Mulia (Pangeran MBS) meninjau melalui telepon dengan Presiden Indonesia perkembangan eskalasi militer di kawasan dan dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional," tulis keterangan akun X Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dilihat, Kamis (12/3).
Baca juga:
Iran Balas Gempur Kilang Israel, Adang Ekspor Minyak Timteng ke AS
Melalui percakapan dengan Pangeran MBS, Prabowo menyerukan untuk penghentian tindakan militer di Timur Tengah. Prabowo mengingatkan efek yang bisa ditimbulkan jika kawasan tersebut terus bergejolak.
"Presiden Indonesia menekankan perlunya penghentian segera aksi militer di kawasan tersebut, dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan," tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi
Sekadar informasi, konflik Timur Tengah dipicu setelah AS-Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan itu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas. Iran lantas membalas dengan menyerang balik Israel serta pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Baca juga:
DPR Ingatkan Pemerintah Tetap Objektif Sikapi Ketegangan Iran dan Amerika Serikat-Israel
Serangan balasan Iran mengenai negara-negara Teluk, mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Oman, Kuwait, bahkan hingga Yordania.
Perang AS-Israel vs Iran telah menyebabkan krisis energi global. Sebab, Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal apa pun yang melintas, kecuali milik China dan Rusia. (knu)