Merahputih.com - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko menyebut keengganan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi tak lepas dari adanya kepentingan politik. Salah satunya menunggu hasil hitung resmi KPU.
"Saya pikir semuanya masih fokus kepada penghitungan. Sekali lagi, dorongan dari berbagai kalangan itu sangat bagus dan juga diperlukan karena semua dari kita menginginkan kondisi yang stabil dan aman," kata Moeldoko kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/4).
Moeldoko melanjutkan, yang harus diwaspdai saat ini adalah gerakan terselubung untuk mengacaukan suasana jika tak puas dengan hasil pemilu.
"Ini juga kita harus menyiapkan diri dengan baik. Karena kita harus ingat bahwa pernah memiliki sejarah yang sangat tidak bagus. Peristiwa Trisakti menjadi sebuah pembelajaran kita semua. jangan nanti ada upaya yang memanfaatkan situasi ini dengan cara seperti itu," imbuh Moeldoko.
Indikasi itu, lanjut Moeldoko, bisa saja diciptakan. Ia mengimbau jangan mencoba untuk membuat atau menciptakan suasana kacau karena akan banyak merugikan masyarakat. Setiap pihak harus menyelesaikannya dengan cara ksatria.
"Itu perlu saya sampaikan agar kita semua kembali pada terciptanya kondisi yang semua dari kita bisa menikmati dengan baik," ungkap dia.
Moeldoko menconhkan rencana ijtima ulama jilid III yang membahas soal Pemilu.
"Ya bisa ke arah situ. karena persoalan kecurangan selalu dihembuskan. TSM ya, terstruktur, sistematis, massif. Jadi menurut saya ini sebuah upaya yang harus kita hentikan, ga boleh kita menjustifikasi sebuah persoalan yang belum tuntas," jelas pria yang juga Kepala Staf Kepresidenan ini.
"Menurut saya dalam suasana seperti saat ini, masyarakat membutuhkan suasana nyaman. Jangan menciptakan suasana yang menakuti masyarakat," pungkas Moeldoko. (Knu)