MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan lebih dari 4,5 jam, mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.30 WIB, dengan pengusaha besar Indonesia, d Kediamannya, Selasa (11/2).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, pertemuan itu sebagai komitmen pemerintah terus memperkuat sinergisitas dengan sektor swasta guna mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Ia menyebut, pertemuan ini menjadi wadah diskusi untuk menyelaraskan peran pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memaksimalkan potensi ekonomi nasional.
"Beliau mendapatkan banyak masukan, kemudian juga mendapatkan input dari pengusaha yang intinya adalah bagaimana peran sektor swasta, pengusaha dan pemerintah ini, harus berjalan beriringan, Indonesia incorporated," kata Prasetyo di Jakarta, Selasa.
Menurut Prasetyo, dalam pertemuan tersebut ditekankan pentingnya konsep Indonesia incorporated, yakni kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional.
Sektor swasta yang kuat dan berkembang menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen terus memberikan dukungan agar dunia usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, harus kita bantu. Kita dorong karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta pengusaha ini," jelasnya.
Prasetyo menegaskan, para pengusaha menyampaikan berbagai masukan, khususnya terkait pengembangan sektor industri pada karya seperti tekstil, garmen, dan alas kali.
Penguatan sektor itu, dinilai strategis dalam menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain itu, pemerintah dan pelaku swasta juga menyepakati pentingnya memperkuat orientasi pasar global. Hal ini dinilai penting agar produk industri nasional mampu bersaing dan memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
"Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan aktif market di dalam negeri, sementara beberapa negara yang lain mengambil pangsa-pangsa tersebut, yang sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga," imbuh Mensesneg.
Sekretaris Kabinet, Teddy I Wijaya, mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara Kepala Negara dan pelaku usaha dalam memperkuat sinergi nasional.
"Di momen itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi," ujar. (*)