MerahPutih.com- Presiden Prabowo Subianto menggelat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Pemerintah menargetkan 30.000 unit KDMP beroperasi hingga akhir 2026.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan membentuk rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga desa untuk memperkuat distribusi komoditas.
Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya rantai pasok dari pusat sampai ke desa,
kata Prabowo.
Keberadaan KDMP akan memudahkan penyaluran hasil pertanian, mencegah penimbunan komoditas pada masa-masa tertentu, serta mendukung pengendalian inflasi melalui distribusi barang dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah yang membutuhkan.
Baca juga:
Transaksi Koperasi Merah Putih Capai Rp 56,8 Miliar, Paling Laku Pupuk
Setiap KDMP akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti gudang, ruang pendingin, kendaraan angkut, gerai komoditas, penjualan obat generik, serta penyaluran barang bersubsidi.
Prabowo berharap KDMP dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap rentenir dengan memperpendek rantai distribusi sehingga hasil pertanian dapat dipasarkan lebih langsung kepada konsumen.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 15.845 KDMP telah selesai dibangun, sedangkan 19.539 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan. (*)

