Kesehatan

Posisi Tidur untuk Menghilangkan Kram Perut Saat Menstruasi

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 20 November 2020
Posisi Tidur untuk Menghilangkan Kram Perut Saat Menstruasi

Kram perut biasanya datang menyertai menstruiasi. (Foto: Pexels/rawpixelcom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN yang sudah mengalami pubertas pasti sering merasakan kram perut saat menstruasi. Bahkan kamu bisa sampai menangis karena rasa nyeri yang muncul, hingga membuat kamu susah untuk tidur.

Menurut National Sleep Foundation, perempuan mengalami kualitas tidur yang buruk selama sebelum dan saat menstruasi. Namun salah satu penyebab utamanya adalah kram perut. Perubahan hormon pun ikut memengaruhi siklus tidur kamu. Melansir laman Teen Vogue, berikut posisi tidur yang benar untuk menghilangkan kram perut saat menstruasi.

Baca Juga:

Mitos Menstruasi yang Tidak Benar, Nomor 4 Mengejutkan


1. Posisi janin

haid
Posisi janin menghilangkan tekanan dari otot perut. (Foto: Pexels/Shahbaz Akram)


Ahli ginekologi, Lisa Mindley, M.D., mengatakan “tidur dengan posisi janin akan menghilangkan tekanan dari otot perut.” Posisi janin saat tidur dapat membuat otot rangka disekitar perut akan menjadi rileks. Posisi tidur yang harus kamu hindari saat menstruasi yaitu posisi tengkurap. Posisi tersebut dapat meningkatkan potensi kebocoran saat kamu tidur karena menekan rahim sehingga darah yang keluar lebih banyak.


2. Posisi anak kecil

haid
Mampu mengurangi kram sebelum tidur. (Foto: Pexels/Polina Zimmerman)


Posisi ini mirip dengan posisi janin namun sedikit berbeda. Menurut Dr. Grossman, dalam posisi anak kecil seperti melipat badan ke depan dan meletakkan kepala di matras dengan lutut yang melipat di bawah, dapat meredakan kram perut. Walaupun kamu mungkin tidak bisa tidur dalam posisi tersebut, tetapi hal itu bisa membantu mengurangi kram sebelum tidur.

3. Posisi telentang

haid
Posisi telentang memungkinkan untuk memijat perut. (Foto: pexels/Pixabay)


Tidur dengan posisi telentang memungkinkan kamu memijat perut sebelum tertidur nyenyak. Dengan menggunakan aroma terapi dalam pijitan, menurut Grossman hal tersebut dapat meredakan kram dan nyeri diperut.


4. Aktivitas sebelum tidur

haid
Mandi dapat membuat tidur lebih nyenyak. (Foto: Pixabay/955169)

Grossman menyarankan kamu sebelum tidur untuk meluangkan sedikit waktu seperti perawatan diri sendiri untuk membantu meredakan kram. Perawatan diri seperti mandi atau berolahraga ringan dapat membuat tidur kamu menjadi nyenyak semalaman. Meskipun sekarang belum ada obat yang pasti untuk PMS, namun setidaknya kamu tahu posisi tidur yang benar agar membantu kram saat menstruasi hilang. (scp)

#Menstruasi #Kesehatan #Tidur #Posisi Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan