MerahPutih.com - Polri terus memperkuat penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kali ini, Polri melalui Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri kembali mengirimkan bantuan logistik melalui jalur udara untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat CN 295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
1,44 Ton Logistik Dikirim ke Labuan Bajo
Dalam pengiriman tersebut, Polri mengangkut sebanyak 1,44 ton logistik.
Bantuan terdiri atas 14 koli obat-obatan dengan berat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 unit kasur lipat dengan berat 420 kilogram.
Secara keseluruhan, total bantuan yang diangkut mencapai 1.440 kilogram.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Kamis (20/8), pengiriman bantuan melalui jalur udara menjadi salah satu langkah untuk mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana di NTT.
Pengiriman melalui jalur udara ini merupakan bagian dari percepatan distribusi logistik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dalam masa penanganan dan pemulihan pascabencana,
Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko
Pesawat CN 295 P-4501 yang digunakan dalam pengiriman tersebut diawaki oleh tujuh personel Polri. Mereka bertugas memastikan proses pengiriman logistik berlangsung aman dan lancar.
Baca juga:
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Pengiriman Dilanjutkan, 2,1 Ton Bantuan Diangkut
Upaya pengiriman bantuan kembali dilanjutkan pada Kamis (20/8). Melalui penerbangan CN 295 P-4501, Polri kembali mengangkut bantuan kemanusiaan dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan total berat 2.102 kilogram.
Bantuan tersebut terdiri atas 130 kasur busa lipat seberat 420 kilogram yang merupakan bantuan dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari.
Selain itu, turut dikirimkan bantuan dari Bhayangkari Polda Kalimantan Barat berupa berbagai jenis pakaian yang dikemas dalam 38 karung besar dengan total berat 1.682 kilogram.
Dengan pengiriman lanjutan tersebut, Polri terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap, khususnya kebutuhan dasar selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Polri Kerahkan 236 Personel BKO
Pengiriman logistik melalui jalur udara melengkapi berbagai upaya kemanusiaan yang telah dilakukan Polri di wilayah terdampak gempa.
Polri juga telah mengirimkan sebanyak 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT.
Personel tersebut diperkuat dengan berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Di sisi lain, dukungan logistik terus digerakkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran.
Bantuan tersebut terdiri atas bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak gempa.
Salurkan Bantuan Sosial hingga Obat-obatan
Khusus pada kegiatan Selasa (18/8), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Berbagai jenis bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada dalam masa penanganan bencana.
Baca juga:
JHL Merah Putih Kasih Salurkan Bantuan Rp 1,3 Miliar untuk Korban Gempa Flores NTT
Selain menggunakan pesawat CN 295, Polri juga terus menjangkau wilayah terdampak melalui jalur udara dengan mengoperasikan Helikopter Bell 429 registrasi P-3202.
Pada Rabu (19/8), helikopter tersebut melaksanakan penerbangan dari Labuan Bajo menuju Pacuan Kuda Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendistribusikan bantuan logistik. Bantuan yang dibawa mencapai sekitar 100 kilogram.
Logistik tersebut terdiri atas mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya.
Helikopter tersebut juga membawa bantuan berupa tempat tidur untuk mendukung kebutuhan di lokasi penanganan bencana.
Trunoyudo berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan.
“Kami berharap seluruh bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pemulihan pascabencana,” tutur Trunoyudo. (Knu)