MERAHPUTIH.COM — SETARA Institute menantang Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membuktikan gagasan 'Polri Bersama Masyarakat' melalui perubahan nyata di lapangan.
Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan menilai kedekatan polisi dengan masyarakat tidak cukup hanya disampaikan dalam pidato atau dijadikan jargon kepemimpinan.
“Masyarakat harus benar-benar merasakan perubahan ketika berhadapan dengan aparat kepolisian,” jelas Halili kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/10).
Tantangan tersebut muncul di tengah masih kuatnya sorotan terhadap profesionalitas dan integritas Polri, penggunaan kekuatan, penegakan hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan sipil. Dalam studi Desain Transformasi Polri untuk Mendukung Visi Indonesia 2045 pada 2024, SETARA melibatkan 167 ahli untuk menilai berbagai persoalan kepolisian.
Hasilnya, sebanyak 51,2 persen ahli menilai pelaksanaan kepolisian yang demokratis dan humanis berjalan buruk. Hanya 19,9 persen yang menilai baik.
Baca juga:
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Penilaian terhadap integritas Polri dalam penegakan hukum bahkan lebih rendah. Sebanyak 58,7 persen ahli memberikan penilaian buruk, sedangkan hanya 16,6 persen yang memberikan penilaian baik.
“Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Suyudi untuk membuktikan arah baru kepemimpinannya,” tutur Suyudi.
SETARA menilai konsep 'Polri Bersama Masyarakat' harus terlihat dalam hal-hal sederhana yang langsung dirasakan warga. Laporan masyarakat harus ditangani secara profesional, pelayanan diberikan secara setara, penggunaan kewenangan dapat dipertanggungjawabkan, dan warga memiliki jalur pengaduan yang efektif ketika terjadi pelanggaran.
SETARA juga menyoroti persoalan penggunaan kekuatan dan senjata api serta penanganan demonstrasi. “Kepolisian harus memastikan kewenangan tersebut digunakan secara proporsional dan sesuai hukum,” ucap Halili.
Pengawasan terhadap anggota Polri juga dinilai tidak boleh hanya dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Sistem pengawasan harus mampu mencegah penyalahgunaan kewenangan sejak awal. “Keberhasilan Suyudi tidak cukup dilihat dari berapa banyak program baru yang diluncurkan,” jelas Halili.
Pertanyaan yang lebih penting yakni apakah masyarakat benar-benar merasakan polisi yang lebih profesional, transparan, dan menghormati hak warga. Gagasan 'Polri Bersama Masyarakat' kini berada di tangan Suyudi untuk dibuktikan.
“Bukan sekadar slogan, melainkan harus terlihat dari cara polisi bekerja dan memperlakukan masyarakat setiap hari,” ungkap Suyudi.(knu)
Baca juga:
Calon Kapolri Komjen Suyudi Janji Rombak Pola Rekrutmen hingga Penyederhanaan Lembaga Polri
Foto : Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto/Setpres