Polri Dianggap Kuno Karena Sibuk Perlebar Organisasi Tampung Perwira 'Non Job'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2019
Polri Dianggap Kuno Karena Sibuk Perlebar Organisasi Tampung Perwira 'Non Job'

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri selama 2019 hanya fokus melebarkan organisasinya dengan hanya menambah Jenderal di sana-sini hingga bertabur bintang tanpa menuju era Polri digital 4.0.

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menilai, sangat ironis jika Presiden akan menghapus sejumlah eselon di departemen sementara Polri asyik melebarkan organisasinya. Sebut saja menjadikan Brimob dan Humas dipimpin jenderal bintang tiga dan penambahan Kapolresta dipimpin Kombes.

Di era milenial sekarang ini Polri perlu segera menata organisasi dan personilnya, dengan mengedepankan IT (Ilmu Teknologi) sehingga secara bertahap kepolisian menuju Polri 4.0.

Baca Juga:

Banyak Kasus Mangkrak, KPK Era Agus Rahardjo Dianggap Gagal

“Saat ini konsep lama Polri sudah sangat ketinggalan zaman dan menjadi beban berkepanjangan bagi organisasi. Rasio 1:750 milik Polri yang mengacu pada rasio PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) sudah tidak rasional lagi,” kata Neta kepada wartawan, Minggu (22/12).

Dengan berkembangnya konsep Polisi 4.0, kepolisian di negara negara maju tidak lagi menggeber rekruitmen polisi secara besar besaran. Tapi rekrutmen secara terbatas. Sementara Polri setiap tahunnya merekrut 9.500 anggota baru, yang 300 di antaranya untuk Akpol.

“Akibatnya, terjadi penumpukan personil kepolisian. Jumlah Kombes yang menganggur kian banyak. Belum lagi jumlah AKBP yang menganggur lebih dari tiga kali lipat. Akibat hal ini saat lengser sebagai Kapolri, Tito Karnavian minta maaf akibat banyaknya jumlah Kombes nganggur saat ini,” ucapnya.

Semua itu terjadi akibat Polri belum mengubah konsepnya sebagai polisi modern. “Kata kata modern hanya dijadikan retorika dan belum dilaksanakan secara benar dan serius,” katanya.

Neta menyayangkan, kesadaran untuk mengembangkan Polri 4.0 sampai saat ini belum tercipta. Akibatnya, organisasi Polri kian tambun dan sulit bergerak serta tidak lincah dalam melindungi masyarakat.

“Dalam kondisi ini, jalan pintas pun diambil para elit Polri. Banyaknya jumlah Kombes disikapi dengan penambahan sejumlah struktur baru, dengan pangkat Brigadir Jenderal, Inspektur Jenderal, hingga Komisaris Jenderal,” terangnya.

IPW sebut raja kecil di KPK karena Pimpinan tidak berwibawa
Neta S Pane. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Selain itu tambah Neta, para jenderal Polri didorong bertugas ke luar institusi kepolisian. Sehingga jenderal polisi kian banyak dan ada dimana mana.

“Indonesia pun seakan menjadi negara polisi. Di sisi lain anggaran Polri yang terus membengkak setiap tahun tersedot untuk tunjangan dan fasilitas para jenderal yang terus bertambah jumlahnya,” ujarnya.

Neta meminta situasi buruk di Polri ini harus segera disudahi. Reformasi Polri harus dikembalikan kekhithanya agar melahirkan Polri yang efisien, efektif, profesional, modern, dan terpercaya.

“Bukan Reformasi Polri yang melahirkan jenderal dimana mana,” tambahnya.

Sebab itu Neta meminta Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi harus segera mendorong Kapolri melahirkan Polri 4.0. Selain itu untuk menyikapi kelebihan Komisaris Besar Polisi (Kombes) dan Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP), penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) juga perlu dimoratorium dua atau tiga tahun sekali ke depan.

Lalu, ditawarkan pensiun dini kepada para Kombes yang sudah 'mentok' non job. Setelah itu organisasi Polri dirampingkan dan kinerja kepolisian ditata ulang menuju polisi yang efisien, efektif, Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) dengan IT dan CCTV dimana mana sebagai pengganti polisi manusia.

Baca Juga:

AJI Kecam Intimidasi Wartawan Saat Hari HAM, Polisi Ngaku Belum Dapat Info

Dan makin banyaknya polisi manusia di lapangan, persoalan bukannya cepat selesai tapi makin banyak persoalan baru dan rumit, yang membuat konsep Promoter Polri diragukan banyak pihak.

“Untuk tahun 2020, Polri perlu serius menata organisasinya, mengevaluasi SDM dan alutsistanya untuk kemudian dibuat grand desain menuju polisi modern yang Polri 4.0. Sehingga Polri Promoter benar adanya dan bukan sekadar Promoter yang diplesetkan menjadi ‘Promosi Orang orang Tertentu’,” pungkas Neta. (Knu)

#IPW #Neta S Pane #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali ke Kalbar untuk Tangani Karhutla
Polri mengerahkan 300 personel Brimob dari Kaltim dan Bali ke Kalbar untuk memperkuat pencegahan, pemadaman, dan penanganan karhutla.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali ke Kalbar untuk Tangani Karhutla
Indonesia
Polri Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla, Cukong Pendana Pembakaran Belum Terungkap
Sosok cukong pendana pembakaran yang diduga berada di balik layar maraknya kasus kebakaran lahan belum tersentuh.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Polri Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla, Cukong Pendana Pembakaran Belum Terungkap
Indonesia
Kemenhaj Serahkan 34 Kasus ke Bareskrim Polri
Kasus tersebut berasal dari penyelenggaraan haji khusus dan umrah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Kemenhaj Serahkan 34 Kasus ke Bareskrim Polri
Indonesia
Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan
Kebutuhan air bersih, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, hingga akses jalan menjadi perhatian di sejumlah lokasi pengungsian.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Gempa NTT, Pengungsi Hadapi Persoalan Air Bersih hingga Akses Jalan
Indonesia
Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil di Maumere NTT
Proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil di Maumere NTT
Indonesia
Hari Keenam Pascagempa NTT, Polri Kerahkan Brimob hingga Starlink untuk Bantu Pengungsi
Memasuki hari keenam gempa NTT, Polri terus melakukan evakuasi, melayani pengungsi, memasang Starlink, dan mengirim 249,2 ton bantuan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Hari Keenam Pascagempa NTT, Polri Kerahkan Brimob hingga Starlink untuk Bantu Pengungsi
Indonesia
Polri Kirim 247,66 Ton Bantuan ke NTT, Logistik Terbaru Diangkut Pesawat CN 295
Polri telah mengirim 247,66 ton bantuan logistik untuk korban gempa NTT. Distribusi dilakukan melalui CN 295 dan Helikopter Bell 429.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Polri Kirim 247,66 Ton Bantuan ke NTT, Logistik Terbaru Diangkut Pesawat CN 295
Indonesia
Praperadilan Febrie Memanas, Kuasa Hukum Klaim Jawaban Polri Justru Jadi Penguat
Kuasa hukum Febrie Adriansyah menilai jawaban Polri dan Kejagung justru memperkuat gugatan praperadilan, termasuk soal pemeriksaan dan penyitaan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Praperadilan Febrie Memanas, Kuasa Hukum Klaim Jawaban Polri Justru Jadi Penguat
Indonesia
Hebatnya Prestasi Terbaru Polri, Cetak Rekor MURI Tanam Bawang Terluas
Polri raih Rekor MURI penanaman bawang putih serentak di lahan 279,53 hektare. Melibatkan 2.174 petani.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Hebatnya Prestasi Terbaru Polri, Cetak Rekor MURI Tanam Bawang Terluas
Indonesia
3.500 Paket Sembako dan 17,5 Ton Beras Dikirim untuk Warga Terdampak Gempa Flores
Polri menyiapkan bantuan untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores. Sebanyak 17,5 ton beras, 3.500 paket sembako dan bantuan lainnya dikirim.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
3.500 Paket Sembako dan 17,5 Ton Beras Dikirim untuk Warga Terdampak Gempa Flores
Bagikan