Polisi Sebut ada 56 Korban Keracunan Nasi Uduk

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Kamis, 19 Januari 2017
Polisi Sebut ada 56 Korban Keracunan Nasi Uduk

Warga berkumpul di sekitar warung nasi uduk milik Nasriah. (MP/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Polisi menyebutkan jumlah warga yang menjadi korban keracunan nasi uduk di Kampung Cigereng, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis (19/1), sebanyak 56 orang.

Ke-56 warga yang mengalami keracunan masal ini dilarikan ke rumah sakit serta Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun, beberapa orang sudah bisa diizinkan pulang, termasuk Nasriah (45) sang penjual nasi uduk yang juga ikut mengalami keracunan.

Kapolsek Cisoka AKP Sri Raharja mengaku, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih dalam terkait kasus keracunan nasinuduk secara masal tersebut, karena masih dalam penyelidikan.

Kalau jumlah korban ada sekitar 56 orang, dan langsung dibawa ke rumah sakit dan Puskesmas terdekat. Setelah mendapatkan perawatan, sebagian sudah bisa dibawa pulang,

ujar AKP Sri Raharja.

Erna (19), salah seorang yang mengalami keracunan nasi uduk mengaku, seperti biasa hampir setiap pagi ia mengonsumsi nasi uduk bikinan Nasriah, namun baru kali ini ia mengalami mual, pusing hingga muntah-muntah. Erna juga mengaku, ia mengalami pusing, mual dan muntah setelah sekitar 2 jam ia mengonsumsi nasi uduk tersebut.

Kerasanya waktu udah di pabrik, pusing, mual dan muntah-muntah. Tapi ini sudah mendingan, cuma masih pusing aja,

katanya.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus keracunan masal tersebut. Polisi juga mengambil sample nasi uduk, lauk semur tahu, tempat, jengkol, orek serta hasil muntahan warga yang menjadi korban, guna mengungkap penyebab keracunan.

#Keracunan #Nasi Uduk # Kabupaten Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Video Massa Bubarkan Ibadah GKPI Mauk Tangerang, Sosok Bawa Golok Akhirnya Minta Maaf
Pria bernama Aji yang viral membawa golok saat mengancam jemaat GKPI Mauk Sepatan Tangerang resmi meminta maaf saat mediasi
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Viral Video Massa Bubarkan Ibadah GKPI Mauk Tangerang, Sosok Bawa Golok Akhirnya Minta Maaf
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Indonesia
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Biaya pengobatan tidak semestinya dibebankan kepada keluarga apabila gangguan kesehatan tersebut terbukti merupakan dampak dari pelaksanaan program MBG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
DPR Desak Biaya Pengobatan Siswa Keracunan MBG Jadi Tanggung Jawab BGN, Sampai Sembuh Total
Indonesia
106 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan Dipastikan Dari MBG
Kasus ini,, menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
106 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan Dipastikan Dari MBG
Indonesia
SPPG Al Abidin Solo Dihentikan Sementara usai 108 Siswa Alami Keracunan
SPPG Al Abidin Solo dihentikan sementara usai 108 siswa mengalami keracunan. Pemkot Solo kini menunggu hasil lab.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
SPPG Al Abidin Solo Dihentikan Sementara usai 108 Siswa Alami Keracunan
Indonesia
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Siswa SDII Al Abidin Solo diduga keracunan MBG. Kini, Dinkes Solo masih menunggu hasil uji lab sampel makanan.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Indonesia
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Konsentrasi PM2.5 akibat kebakaran TPA Jatiwaringin mencapai 1.000 µg/m³, 18 kali lipat di atas ambang batas. KLH peringatkan risiko ISPA dan dampak kesehatan warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Partikulat Halus Kebakaran TPA Jatiwaringin di Level Sangat Berbahaya, 18 Kali Lipat di Atas Ambang Baku
Indonesia
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Pemkab Tangerang meningkatkan status kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi tanggap darurat. BNPB kerahkan helikopter water bombing dan 10 mobil damkar untuk pemadaman.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang meluas hingga 2 hektar. Cuaca panas dan angin kencang perparah api.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang berstatus merah. BPBD sebut api diduga dipicu gas metana dan cuaca panas ekstrem. BNPB diminta turunkan helikopter water bombing.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Bagikan