Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Gaji Karyawan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 03 Oktober 2017
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Gaji Karyawan

Ilustrasi (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melakukan penangkapan terhadap komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Jumat (22/9) di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur. Komplotan itu berhasil menggasak uang milik Korban berinisial GD dan K senilai 25 Juta.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, komplotan itu terdiri dari 4 orang yaitu Hendri Kurniawan, Jonson Alkhafu, Ipo Ardiansyah alias Novi dan Egal Saputra.

Para pelaku menggasak uang milik PT. LSA dari tangan GD dan K Saat keduanya berboncengan sepeda motor usai mengambil uang di Bank Mandiri Cibubur. Rencananya, uang itu untuk membayar gaji karyawan. Para pelaku pertama-tama memepet korban dan berusah merebut tas korban.

"Korban GD mempertahankan dan berusaha lari, kemudian salah satu pelaku memberikan tembakan peringatan dan langsung menembak korban mengenai pinggang belakang kemudian mengambil tas korban," ujar Hendy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/10).

Aksi itu berawal saat korban keluar dari Bank dan akan kembali ke kantor yang tak jauh dari sekitar lokasi. Para pelaku mengetahui korban bawa uang banyak karena ada satu orang pelaku yang memantau bank.

Saat korban mengendarai sepeda motor di sekitar TKP pelaku Chandra menghubungi pelaku lainnya atasa nama Jonson dan Novi untuk segera mengeksekusi tas yang di bawa. Kemudian keempat pelaku itu bergerak dan memepet korban berusah merebut tas berisikan uang. Selain itu, korban juga ditembak oleh pelaku karena berusaha mempertahnakn tas berisi uang.

Korban yang terjatuh dari motor, sempat diancam oleh pelaku untuk segera merelakan tasnya. Akhirnya, Hendri yang selaku kapten meminta kepada ketiga pelaku untuk melarikan diri dengan cara berpencar.

"Setelah berpencar, si Jonson di telfon oleh si Hendri alias Ujang untuk jemput dia lagi dan ketemuan di jalan. Mereka janjian di Bantar Gebang untuk pembagian hasil," jelas Hendy.

Keempat pelaku ditangkap berbeda. Hendri sebagai kapten ditangkap di Harves City, Cileungsi, Bogor; Jonson ditangkap di Kampung Natal, Lahat, Sumatera Selatan; Ipo alias Novi ditangkap di Rawa Lumbu, Bekasi dan Egal ditangkap di Sumatera Selatan.

"Kami terpaksa menindak tegas hingga tewas pelaku Hendri karena dia mencoba melakukan perlawanan saat ditangkap," jelas Hendy.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1 pucuk senjata api rakitan, 20 butir amunisi kaliber 5.56, 10 butir amunisi kaliber 9 mm, 1 pisau komando, 1 buah Buku Rekening BCA berikut kartu ATM, 1 buah buku rekening Mandiri berikut ATM, 2 buah Tab, 11 buah handphone, 1 buah clurit, 1 buah parang, 3 buah pisau lipat, 1 buah pisau, Beberapa flshdisc dan 1 buah nopol kendaraan. (Ayp)

#Polisi #Pencurian #Kasus Pencurian #Aksi Penjambretan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara
Ziarah yang berlangsung pada Sabtu (20/6) menjadi momentum refleksi terhadap nilai-nilai pengabdian, toleransi, dan profesionalisme yang terus diupayakan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Duel Maut di Jakarta Utara, Remaja Usia 14 Tahun Diamankan
Para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, termasuk penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu terjadinya konflik di kalangan remaja.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Polisi Tangkap Pelaku Duel Maut di Jakarta Utara, Remaja Usia 14 Tahun Diamankan
Indonesia
Polri Butuh Anggaran Rp 184,1 Triliun, Rp 40 Triliun Buat Belanja Modal
Usulan penambahan anggaran itu adalah upaya berkelanjutan untuk mengakselerasi Polri menuju institusi yang semakin profesional menuntut kita memiliki kepekaan terhadap dinamika strategis.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Polri Butuh Anggaran Rp 184,1 Triliun, Rp 40 Triliun Buat Belanja Modal
Indonesia
Berantas Pungli Polisi di Jalan, DPR Usul Hidupkan Lagi Anggaran Dana Patroli
Polri menghidupkan kembali dana patroli dan Bhabinkamtibmas untuk mencegah pungli polisi di jalan.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Berantas Pungli Polisi di Jalan, DPR Usul Hidupkan Lagi Anggaran Dana Patroli
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Incar Vespa Antik, 2 Kuli Bangunan Nekat Bobol Kafe di Cilandak
Vespa antik keluaran 1965 itu berhasil diselamatkan dan untuk sementara disita polisi sebagai barang bukti utama.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Incar Vespa Antik, 2 Kuli Bangunan Nekat Bobol Kafe di Cilandak
Indonesia
Politikus Gerindra KlaimPolri Aktif di Jabatan Sipil Sesuai Putusan MK
Pasal 28A dalam UU Polri yang baru merupakan tindak lanjut atas Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 dan Putusan MK Nomor 223/PUU-XXIII/2025.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Politikus Gerindra KlaimPolri Aktif di Jabatan Sipil Sesuai Putusan MK
Indonesia
Anggota Polisi yang Bertugas di Jabatan Sipil, Kapolri: itu Ada Permintaan
Menepis anggapan Polri secara aktif menempatkan personelnya ke berbagai kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Anggota Polisi yang Bertugas di Jabatan Sipil, Kapolri: itu Ada Permintaan
Indonesia
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Polisi bukan hanya soal kekuatan fisik. Dalam banyak kasus, yang dibutuhkan ialah pengalaman, kebijaksanaan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap karakter masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Indonesia
Tanggapi Usulan Menteri HAM, Pengamat: Polri Belum Perlu Buka Jabatan Strategis untuk Kalangan Sipil
Pengamat Hukum Kepolisian Edi Hasibuan menilai usulan membuka jabatan strategis nonoperasional Polri bagi kalangan sipil dalam revisi UU Polri belum menjadi kebutuhan mendesak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Tanggapi Usulan Menteri HAM, Pengamat: Polri Belum Perlu Buka Jabatan Strategis untuk Kalangan Sipil
Bagikan