MerahPutih.com - Anggota Polri muda berpangkat Bripda berinisial DP dilaporkan meninggal dunia di Asrama Polisi (Aspol) kompleks Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menyebut pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban, terkait dugaan menjadi korban penganiayaan dari senior.
“Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan. Yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichtingnya dan seniornya DP. Mungkin bertambah lagi nanti,” ujarnya, Minggu (22/2).
Baca juga:
Anggota Brimob Diduga Pukuli Pelajar Adik Kakak Hingga Tewas dan Patah Tulang
Tubuh Korban Memar dan Mulutnya Berdarah
Kejadian tragis ini berawal ketika korban mengeluh sakit usai salat subuh setelah sahur. Awalnya korban dikabarkan jatuh sakit di asrama dan dibawa ke RSUD Daya. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit menemukan kejanggalan: tubuh korban mengalami memar dan mulut berdarah. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum dan otopsi guna memastikan adanya dugaan tindak kekerasan.
“Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes Polda Sulsel termasuk kepada dokter yang memeriksa, silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan, harus dibuktikan,” tegas Zulham.
Baca juga:
Ayah Korban Juga Polisi
Bidang Propam Polda Sulsel menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional. Pemeriksaan dilakukan melalui visum luar maupun visum dalam, dan autopsi akan dilakukan jika keluarga mengizinkan.
“Insyaallah, kita akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan atau ada kekerasan di situ. Kita akan luruskan dan tegakkan aturan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas Zulham, dilansir Antara.
Korban diketahui merupakan putra dari Aipda H. Jabir, anggota Polres Pinrang. Saat ini keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan jenazah di RS Bhayangkara sebelum dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulsel. (*)