Polisi Belum Pastikan Motif Penembakan Kantor GoJek

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 02 November 2015
Polisi Belum Pastikan Motif Penembakan Kantor GoJek

Kantor PT GoJek Indonesia pasca kejadian penembakan (Sumber:MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Kantor pusat layanan ojek berbasis online GoJek yang terletak di Jalan Kemang Selatan VIII No 56, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, ditembak orang tak dikenal pada Minggu (1/11). Segenap Jajaran Polda Metro Jaya dibantu dengan anggota Polresta Jakarta Selatan terus mengusut kasus tersebut guna mencari pelaku dan mengungkap motif di balik penembakan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Mohammad Iqbal mengatakan, motif dari penembakan tersebut bisa saja karena bisnis, pencurian atau dendam. Guna menguak apa motif dalam penembakan misterius tersebut, Polresta Jakarta Selatan akan memanggil saksi-saksi terkait penembakan misterius tersebut.

"Hari ini Polres Jaksel akan memanggil semua saksi yang terkait, kami juga akan meminta keterangan yang diperlukan. Termasuk kemungkinan siapa yang bertanggung jawab atas penembakan ini," ujar Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/11).

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Krishna Murti menjelaskan, barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) bukan proyektil dari senjata api. Melainkan sejenis obeng, yang membuat kaca di dalam kantor GoJek pecah.

"Kepala pelurunya tidak ada indikasi dari senjata api, namun lebih mirip seperti kepala obeng. Pelurunya tidak tembus ke dalam tapi terpental keluar, berarti daya tekannya tidak terlalu kuat," kata Krishna Murti.

Berdasarkan data yang dihimpun merahputih.com di lapangan, diketahui dari keterangan saksi di lokasi kejadian, melihat dua orang yang diduga pelaku menggunakan sepeda motor berwarna putih hijau. Orang yang mengendarai menggunakan jaket Adidas Real Madrid dan penumpangnya menggunakan jaket lain. (gms)

 

Baca Juga:

  1. GoJek: Kantor Kami Tidak Ditembak
  2. Sebelum Ditembak, Kantor GoJek Tak Pernah Dapat Ancaman
  3. Warga Sekitar Tidak Tahu Kantor GoJek Ditembak
  4. Markas GoJek Ditembak, Pengamanan Diperketat
  5. Ciri-ciri Penembak Kantor GoJek
#Kombes Krishna Murti #Kombes Pol Muhammad Iqbal #Kasus Penembakan #GoJek
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
GoTo Mulai Turunkan Potongan Tarif Ojol Jadi 8 Persen, Driver Dapat 92 Persen
Gojek akan melakukan penyesuaian skema bagi hasil dengan pengemudi ojol. Penyesuaian ini sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Selasa, 19 Mei 2026
GoTo Mulai Turunkan Potongan Tarif Ojol Jadi 8 Persen, Driver Dapat 92 Persen
Indonesia
Ikuti Arahan Prabowo, GoTo Turunkan Potongan Mitra Ojol Jadi 8 Persen
GoTo memangkas potongan tarif pengemudi ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. Driver GoRide kini menerima 92 persen dari tarif perjalanan sesuai arahan Presiden Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Ikuti Arahan Prabowo, GoTo Turunkan Potongan Mitra Ojol Jadi 8 Persen
Indonesia
Potongan Aplikasi Harus 8 Persen, Danantara Beli Salah GoTo
Danantara telah masuk sebagai investor di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan akan meningkatkan kepemilikan saham secara bertahap.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Potongan Aplikasi Harus 8 Persen, Danantara Beli Salah GoTo
Berita Foto
Aksi Ribuan Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid di 14 Kota, Pecahkan Rekor MURI
Aksi driver Gojek membersihkan Masjid Al-Ibadah di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selat Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 11 Maret 2026
Aksi Ribuan Driver Gojek Bersihkan 147 Masjid di 14 Kota, Pecahkan Rekor MURI
Indonesia
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberi atensi khusus atas kasus tewasnya remaja 18 tahun di Makassar yang tertembak polisi.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Remaja 18 Tahun di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Kapolri Janji Bakal Tindak Tegas
Indonesia
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Kemenhub menghentikan sementara operasional 11 bandara di Papua. Hal itu buntut penembakan pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
Imbas Penembakan Pesawat Smart Air, 11 Bandara di Papua Ditutup Sementara
Indonesia
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel ditangkap. Polisi masih memburu pelaku lainnya.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Indonesia
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air
Indonesia
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Kasus penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, kini memasuki babak baru. Polisi menduga KKB menjadi otak pelaku dari kasus penembakan tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Indonesia
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI
KJRI Sydney merilis nomor darurat untuk WNI. Hal itu terkait insiden penembakan di Pantai Bondi, pada Minggu (14/12) lalu.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Insiden Penembakan di Pantai Bondi, KJRI Sydney Rilis Nomor Darurat untuk WNI
Bagikan