Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Polda Tegaskan Tidak Ada Bentrokan Antara FPI dengan Banser

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 18 April 2017
Polda Tegaskan Tidak Ada Bentrokan Antara FPI dengan Banser

Ratusan massa FPI tengah melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. (MP/Deri Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Polda Metro Jaya menegaskan tak ada bentrokan di wilayah Kramat Lontar, Jakarta Pusat, antara massa FPI dengan Banser seperti yang ramai di media sosial.

"Akan ada kegiatan istigasah di sebuah rumah. Ini hanya kesalahpahaman. Kemudian ada Panwas melihat di situ ada informasi. Panwas dihalang-halangi, makanya Banser datang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/4).

Saat ini, kasus itu juga telah diselesaikan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. "Hanya salah paham saja," kata Argo.

Adapun kejadian itu bermula dini hari tadi sekitar pukul 01.20 WIB di Jalan Kramat Lontar 95, Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, saat seorang ketua DPP Fatayat NU, Ita tengah melakukan persiapan istigasah, yang rencananya akan digelar malam ini sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, rumah Ita didatangi oleh seorang Panitia Pengawas Kecamatan Senen bernama Laily. Laly lantas mempertanyakan perihal kegiatan istigasah kepada Ita.

"Ibu Laly memperingatkan agar istigasah sesuai kesepakatan peraturan Pilkada di masa tenang. Boleh menggelar istigasah, namun tidak boleh membagi-bagikan sembako. Karena terindikasi bermuatan politik," kata Argo.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 01.45 WIB, datang sejumlah orang mengenakan seragam pakaian GP Ansor masuk ke Jalan Kramat Lontar Raya.

"Mereka berniat akan memastikan kebenaran bahwa ada informasi warga di sekitar menghalangi kegiatan Ibu Ita untuk istigasah," kata Argo.

Saat itu, warga sekitar beranggapan bahwa ada kelompok GP Ansor akan menyerang kampungnya sehingga menimbulkan keributan antara warga Jalan Kramat Lontar dengan kelompok GP Ansor.

"Di situ tempat tinggal Buya Abdul Majid sebagai Ketua Laskar FPI DKI sehingga kejadian tersebut berkembang karena FPI merasa akan diserang oleh GP Ansor," kata Argo.

Karena merasa kalah massa, kemudian kelompok GP Ansor mundur dan tidak melakukan gerakan apa pun, hanya berkumpul di markas GP Ansor.

"Kemudian pada pukul 02.00 WIB, datang massa dari FPI kurang lebih 100 orang dengan menggunakan kendaraan roda 2 di rumah Buya Abdul Majid dan melakukan kegiatan salawatan dengan duduk-duduk menutup jalan.

Polisi lalu datang untuk membubarkan dan menghalau massa. Polisi juga berusaha menenangkan kedua belah pihak.

"Pukul 04.00 WIB massa FPI dan warga masyarakat Jalan Kramat Lontar mulai membubarkan diri dengan tertib," tandas Argo. (Ayp)

Baca berita terkait FPI lainnya di: FPI: Teror Terhadap Rizieq Di Cawang Sudah Disetting

#GP Ansor #Pilgub DKI 2017
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Aksi Pemuda Ansor Geruduk Gedung KPK saat Pemeriksaan Mantan Menag Gus Yaqut
Puluhan anggota Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (NU) melakukan aksi damai mengawal pemeriksaan Gus Yaqut di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 12 Maret 2026
Aksi Pemuda Ansor Geruduk Gedung KPK saat Pemeriksaan Mantan Menag Gus Yaqut
Indonesia
KPK Periksa Wasekjen GP Ansor, Dalami Hasil Penggeledahan di Rumah Gus Yaqut
KPK memeriksa Wakil Sekjen GP Ansor, Syarif Hamzah Asyathry. Hal itu terkait hasil penggeledahan di rumah mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.
Soffi Amira - Senin, 08 September 2025
KPK Periksa Wasekjen GP Ansor, Dalami Hasil Penggeledahan di Rumah Gus Yaqut
Indonesia
GP Ansor Tegaskan RUU TNI Masih Selaras dengan Cita-Cita Reformasi
Addin juga mengapresiasi peran aktif masyarakat sipil, media, dan mahasiswa dalam mengawal pembahasan RUU TNI
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Maret 2025
GP Ansor Tegaskan RUU TNI Masih Selaras dengan Cita-Cita Reformasi
Indonesia
GP Ansor DKI Jakarta akan Laporkan Suswono ke Polisi
GP Ansor DKI Jakarta akan melaporkan Suswono ke polisi. Hal itu buntut dari statement-nya soal janda kaya yang menikahi pria pengangguran.
Soffi Amira - Selasa, 29 Oktober 2024
GP Ansor DKI Jakarta akan Laporkan Suswono ke Polisi
Indonesia
Tidak Ingin Ada Demo di PBNU, Banser Ansor Dikerahkan 24 Jam Jaga Kantor
GP Ansor bakal melakukan tindakan paksa apabila ada orang yang hendak menggeruduk kantor PBNU
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Agustus 2024
Tidak Ingin Ada Demo di PBNU, Banser Ansor Dikerahkan 24 Jam Jaga Kantor
Indonesia
GP Ansor Wajib Menjaga Prabowo-Gibran
Keberpihakan terhadap masyarakat dan keberpihakan pembangunan wajib GP Ansor mendukung dan menjaganya
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Juli 2024
GP Ansor Wajib Menjaga Prabowo-Gibran
Indonesia
PWNU Jakarta Sebut RK, Anies, Pras PDIP, hingga Kaesang Layak Jadi DKI 1
Banyak Tokoh nasional yang mempuni hingga layak dipertimbangkan sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Wisnu Cipto - Sabtu, 09 Maret 2024
PWNU Jakarta Sebut RK, Anies, Pras PDIP, hingga Kaesang Layak Jadi DKI 1
Indonesia
Kode Ketum Ansor Sapa Nama Belakang Kapolri dan Panglima TNI di depan Jokowi
Yaqut menyapa nama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan nama belakang.
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Februari 2024
Kode Ketum Ansor Sapa Nama Belakang Kapolri dan Panglima TNI di depan Jokowi
Bagikan