Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Polda Metro Jaya Antisipasi Potensi Balas Dendam The Jakmania

Eddy FloEddy Flo - Senin, 24 September 2018
Polda Metro Jaya Antisipasi Potensi Balas Dendam The Jakmania

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (MP/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kasus pengeroyokan yang berujung kematian suporter Persija di Bandung, Minggu (23/9) kemarin membuat Polda Metro Jaya melakukan langkah antisipatif. Salah satunya dengan cara mencegah aksi balas dendam maupun penyisiran the Jakmania terhadap kendaraan asal Bandung, Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan pimpinan suporter Persija.

"Kita sudah berkoordinasi dengan ketua suporter dan memberikan kesempatan kepada Polrestabes Bandung untuk memproses kasus itu," kata Argo Yuwono di Jakarta, Senin (24/9).

Argo mengimbau suporter Persija tidak menyisir atau "sweeping" terhadap kendaraan asal Bandung, serta pendukung Persib atau Bobotoh.

Kombes Argo menegaskan foto viral oknum Jakmania yang sweeping di jalan merupakan informasi "hoax".

Pada Minggu (23/9) siang, seorang Jakmania Haringga Sirila meregang nyawa di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jawa Barat.

Mendiang Haringga Silira
Haringga Sirila semasa hidup. (Hendri/BolaSkor.com)

Korban meninggal dunia usai dikejar, dikeroyok, dan dipukuli sejumlah orang dengan menggunakan balok kayu, piring dan botol. Polrestabes Bandung telah menetapkan delapan orang tersangka yang terlibat penganiayaan terhadap Haringga.

Sebelumnya diberitakan suporter Persija Jakarta bernama Haringga Sirila (23), yang menjadi korban tewas pengeroyokan oleh diduga suporter Persib Bandung memang dikenal gemar menonton sepak bola.

Ketua RT 13 Kelurahan Cengkareng Timur Nimin saat dihubungi di Jakarta, Senin mengatakan Haringga tidak banyak bicara, namun aktif dalam kegiatan warga di sekitar lingkungannya.

"Anaknya memang pendiam, nggak neko-neko. Tapi aktif juga ikut kegiatan warga," ujar Imin.

Tak hanya itu, Nimin sebagaimana dilansir Antara menyebut Haringga, yang merupakan pecinta/fan berat kesebelasan Persija Jakarta seringkali menggerakkan anak-anak muda di lingkungannya untuk bermain futsal maupun hanya sekedar mengajak menonton pertandingan Persija di Jakarta.

"Di kampung kita udah nggak ada lapangan lagi. Tapi dia sering main futsal, atau kalau nonton (pertandingan Persija) ajak-ajak yang lain," ujarnya.

Haringga dikenal sangat mencintai sepak bola, terutama dalam mendukung kesebelasan kesayangannya, Persija Jakarta.

Ayah Haringga, Siloam menyebut anak keduanya tersebut gemar menyaksikan pertandingan Persija Jakarta, tak hanya saat bermain kandang, namun juga saat bermain tandang.

"Dia memang suka nonton Persija, cuma untuk nonton Persija di Bandung dia nggak bilang. Pokoknya cuma bilang ke Bandung aja," ujar dia.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: SBY Walk Out, Sandiaga: Kami Juga Diprovokasi Malah Minta Foto

#Polda Metro Jaya #Kombes Argo Yuwono #Bobotoh #The Jakmania
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sindikat Obat Keras Ilegal Dibongkar di Jakarta, Polda Metro Sita Lebih dari 575 Ribu Butir
Polda Metro Jaya membongkar sindikat obat keras ilegal di Kebon Kacang. Sebanyak 575 ribu pil disita.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Sindikat Obat Keras Ilegal Dibongkar di Jakarta, Polda Metro Sita Lebih dari 575 Ribu Butir
Olahraga
Mariano Peralta Merinding dengan Atmosfer yang Diciptakan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat
Manajemen berharap kehadiran Peralta dapat mempertajam daya dobrak Persib
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
Mariano Peralta Merinding dengan Atmosfer yang Diciptakan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat
Indonesia
PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris, Polda Mau Semua Datang Dulu Baru Kasus Ditutup
Polda Metro Jaya menegaskan kasus baru ditutup setelah ketemu PWI dan Hotman Paris, serta melalui proses gelar perkara.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris, Polda Mau Semua Datang Dulu Baru Kasus Ditutup
Indonesia
Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Polda Metro Jaya menyita Rp220 juta dari sindikat hoaks medsos. Polisi mendalami dugaan dana negara digunakan untuk membiayai propaganda digital. Delapan tersangka ditangkap.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
 Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Indonesia
DPR Minta Polisi tak Tebang Pilih Usut Dugaan Kasus Kasat Narkoba Tangsel
Komisi III DPR mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus Kasat Narkoba Polres Tangsel.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Minta Polisi tak Tebang Pilih Usut Dugaan Kasus Kasat Narkoba Tangsel
Indonesia
Kasat Narkoba Polres Tangsel Diperiksa, Polda Metro Pastikan Belum Berstatus Tersangka
Polda Metro Jaya menegaskan, Kasat Narkoba Polres Tangsel, AKP Pardiman, kini masih belum ditetapkan tersangka.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Kasat Narkoba Polres Tangsel Diperiksa, Polda Metro Pastikan Belum Berstatus Tersangka
Indonesia
Polda Metro Jaya Klarifikasi Isu Penembakan Ajudan Febrie Adriansyah yang Viral di Media Sosial
Polda Metro Jaya mengklarifikasi isu penembakan ajudan Febrie Adriansyah, yang viral di media sosial.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Polda Metro Jaya Klarifikasi Isu Penembakan Ajudan Febrie Adriansyah yang Viral di Media Sosial
Indonesia
Polisi Tahan 8 Orang Diduga Lakukan Propaganda Digital, Barang Bukti Rp 220 Juta
​Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini terbagi ke dalam lima peran terorganisir, yakni perekrut dan pembiaya, pembuat konten, penyebar konten, pengangkat konten
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Polisi Tahan 8 Orang Diduga Lakukan Propaganda Digital, Barang Bukti Rp 220 Juta
Indonesia
Olah TKP Kematian Sutrimo, Polisi Bantah Temukan Racun di Klinik Mordent Kebayoran Baru
Polisi bantah temuan racun dalam olah TKP kematian Sutrimo di klinik Kebayoran Baru. Barang bukti dibawa ke Puslabfor Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Olah TKP Kematian Sutrimo, Polisi Bantah Temukan Racun di Klinik Mordent Kebayoran Baru
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Bagikan