PM Israel Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi
Dokumentasi - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman tiba di Osaka, Kamis (27/6/2019), untuk mengikuti KTT G20. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/pras.
MerahPutih.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi di Arab Saudi.
Keterangan yang diberikan Menteri Pendidikan Israel Yoav Gallant itu, Senin (23/11), merupakan konfirmasi soal kunjungan Netanyahu ke Kerajaan Arab Saudi.
Sebelumnya, Radio Angkatan Darat Israel dan Radio Kan melaporkan bahwa Netanyahu diam-diam pergi ke kota Neom di Laut Merah, Arab Saudi, pada Minggu (22/11) untuk bertemu Putra Mahkota Mohammad bin Salman dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.
Baca Juga:
Pesawat Tempur Israel Serang Militer Suriah dan Pasukan Al Quds Iran
Kantor Perdana Menteri Israel dan Kedutaan Besar AS di Yerusalem belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan pertemuan tersebut.
Namun, Menteri Gallant membenarkan bahwa pertemuan di Arab Saudi tersebut memang telah terjadi dan menyebutnya sebagai "pencapaian luar biasa".
"Faktanya adalah bahwa pertemuan itu terjadi, dan telah diketahui oleh publik, bahkan jika semi resmi sekarang ini, hal tersebut mempunyai kepentingan yang luar biasa," kaya Gallant kepada Radio Angkatan Darat Israel, dikutip Antara.
Kantor urusan media Arab Saudi juga belum menyampaikan keterangan resmi.
Arab Saudi, secara tradisional, selalu membela perjuangan Palestina serta menghindari hubungan resmi dengan Israel. Namun, kerajaan itu beserta negara-negara sekutunya di kawasan Teluk Arab dan Israel belakangan ini menunjukkan ketidakpercayaan terhadap Iran.
Kabar pertemuan para pemimpin itu muncul sehari setelah Netanyahu, dalam sebuah pidato yang tampak memberikan pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, menyarankan AS tidak kembali pada perjanjian nuklir Iran --yang ditinggalkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga:
Seiring dengan akan selesainya masa jabatan Trump, Pompeo terus berupaya membujuk Arab Saudi, negara berpengaruh di kawasan Teluk Arab, agar bergabung dengan negara-negara tetangganya, yakni Uni Emirat Arab dan Bahrain, untuk menjalin hubungan resmi dengan Israel.
Sejauh ini, Riyadh menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Namun sejak Agustus, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan maskapai penerbangan Israel untuk terbang melalui wilayahnya menuju lokasi yang tersedia di kawasan Teluk dan Asia. (*)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Bakal Bebaskan Palestina dari Israel
Bagikan
Berita Terkait
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Pantang Menyerah, Arab Saudi Masih Pantau Situasi Vinicius Junior di Real Madrid
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Indonesia Resmi Punya Hotel di Mekah, Arab Saudi Ubah Aturan Kepemilikan
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Klub Arab Saudi Masih Mau Datangkan Mohamed Salah, Liverpool Sudah Siap Kehilangan?
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza