Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kinerja BUMN

PLN Kian Terpuruk

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2020
PLN Kian Terpuruk

Pembangkit Listrik. (Foto: PLN).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertengahan Septembder 2020, Menteri BUMN Erick Thohir melayangkan permintaan bantuan lewat surat pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membantu kinerja PT PLN (Persero).

Dalam suratnya, Erick Thohir mengungkapkan kondisi perusahaan listrik pelat merah tersebut. Ia tidak segan meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatasi kondisi kelebihan pasokan pembangkit, dengan membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power.

Lalu, penyesuaian rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2020-2029 dengan mempertimbangkan kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan yang telah atau sedang dibangun, proyeksi demand, dan kemampuan pendanaan baik yang bersumber dari APBN maupun keuangan PT PLN.

Baca Juga:

PLN Tolak Permintaan Keringanan Pembayaran Listrik, Solo Terancam Gelap Gulita

Jauh sebelum surat dilayangkan, Kondisi PLN pada semester pertama 2020 bertumpuk dengan utang. Utang PLN dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 500 triliun. Utang itu digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan di antaranya pengerjaan proyek 35.000 MW.

"Sebagai bankir saya paham ini nggak sehat. Kalau ada debitur datang ke bank, mau investasi Rp 100 triliun, saya tanya, dana sendiri berapa, saya minta 30% kan. Tapi ini kan cash PLN dana sendiri 0, pinjaman 100%," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini medio Juni 2020 lalu.

Bahkan, Dirut PT PLN dalam rapat kerja dengan DPR, memastikan memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) dari posisi awal Rp100 triliun menjadi Rp53,9 triliun di 2020 serta meninjau lagi proyek ketenagalistrikan dengan proyeksi pertumbuhan beban dan kondisi terkini.

"Bagi pembangkit, transmisi, dan gardu induk dilakukan dengan skala prioritas," ujarnya.

Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengakui, jika Menteri BUMN mengirimkan surat soal kondisi PLN pada koleganya Menteri ESDM. Intinya, kata ia, Erick Thohir menginginkan agar PLN dapat memanfaatkan kapasitas yang sudah ada ketimbang membuat pembangkit baru.

"Yang dilihat Pak Menteri adalah karena PLN sudah over supply ngapain kalau tidak dimanfaatkan dan juga kalau ada institusi baru apalah namanya itu gak perlu buat pembangkit baru karena sudah over supply, bagus memanfaatkan yang sudah ada," katanya.

Seorang operator mengoperasikan travo di Gardu Induk Gardu Induk PLN. (Foto: Antara/Basri Marzuki)
Seorang operator mengoperasikan travo di Gardu Induk Gardu Induk PLN. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

Ia menegaskan, tujuan surat Menteri BUMN itu untuk memaksimalkan kapasitas PLN yang sudah kelebihan pasokan sehingga tidak ada pemborosan energi.

"Kan sayang nih kalau misalnya kita bikin pembangkit yang baru. Ada lagi nanti industri, bikin pembangkit yang baru, sementara PLN sendiri mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut," katanya.

Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli pada 2015 lalu, sudah mengingatkan Presiden Joko Widodo jika proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW sangat ambius dan tidak efisien bagi PLN. PLN bahkan akan membayar kelebihan beban listrik yang tidak terpakai.

Dalam hitungan Rizal, dalam 5 tahun ke depan, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan kapasitas total 16.000 megawatt (MW), bukan 35.000 MW. Jika proyek 35000 MW dipaksakan, membuat PLN kelebihan kapasitas listrik 21.000 MW dari listrik yang dibangun swasta atau Independent Power Producer (IPP)

PLN pun, tetap wajib membayar biaya listrik ke perusahaan swasta berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA), antara PLN dengan IPP. Paling tidak, dari hitungannya mencapai USD10,763 miliar per tahun atau sekitar Rp150,6 triliun.

Medio 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyurati Kementerian ESDM dan BUMN menjelaskan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan PLN. Kekhawatiran itu akibat besarnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang tidak didukung oleh pertumbuhan kas bersih operasi. Ada potensi terjadinya gagal bayar.

Kini, proyek 35.000 MW belum rampung sepenuhnya tercatat progress proyek pembangunan pembangkit seperti yang dipaparkan PLN di rapat DPR, yang telah beroperasi mencapai 8.137 MW atau sebesar 23 persen per Juni 2020. Namun, kondisi PLN sudah kelebihan pasokan pembangkit.

Ekonom Faisal Basri menegaskan jika pandemi ini, membuat perusahaan energi dunia merugi termasuk di dalam negeri. Tetapi, khusus PLN dan Pertamina, ada andil pemerintah membuat BUMN ini merugi karena penugasan.

Bahkan, kata Faisal, pemerintah memiliki utang Rp 45,42 triliun kepada PLN. Utang itu berasal dari kompensasi tarif selama 2 tahun karena tidak ada kenaikan listrik. Selain itu, PLN sudah pada krisis likuiditas tetapi terlihat baik karena piutang pemerintah dimasukkan ke pendapatan sehingga terlihat untung.

“Saya kemarin baru kayak mau nangis sama Dirut PLN, dia bilang sampai sekarang tunggakan pemerintah nol belum dibayar. Akibatnya kalau September belum dibayar, kolaps PLN,” ujarnya saat Webinar yang diadakan oleh Universitas Brawijaya secara virtual, medio Juli lalu.

Baca Juga:

BUMN Bakal Dipangkas Jadi 100 Perusahaan

#PLN #Utang PLN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Korupsi PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Rp 38,8 Miliar
Kortastipidkor Polri mengungkap dugaan korupsi pembiayaan invoice financing PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara capai Rp 38,8 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Korupsi PT PPA–PT BAS, Kerugian Negara Rp 38,8 Miliar
Indonesia
Biar Pelaku Usaha Tenang, Pemerintah Tahan Kenaikkan Tarif Listrik di Juli –September
Selain mempertahankan tarif bagi pelanggan nonsubsidi, pemerintah juga memastikan tarif listrik untuk 24 golongan pelanggan bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Biar Pelaku Usaha Tenang, Pemerintah Tahan Kenaikkan Tarif Listrik di Juli –September
Indonesia
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Hingga saat ini, total sudah ada 16 saksi yang diperiksa. Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan ahli, hingga melakukan penyitaan barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Indonesia
Biar Nikmati Listrik, Desa Terpencil Bakal Dipasang Mini Grid Berbasis Energi Setempat
Pemerintah menyiapkan tiga strategi jitu untuk memperluas akses listrik hingga ke desa-desa terpencil.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Biar Nikmati Listrik, Desa Terpencil Bakal Dipasang Mini Grid Berbasis Energi Setempat
Indonesia
Listrik Mati Bergilir Pulau Jawa Terakhir 21 Juni, Dirut PLN Janji Tak Akan Terjadi Lagi
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pemadaman bergilir di Jawa berakhir sejak 21 Juni 2026. Penguatan pasokan batubara dan tambahan kapasitas listrik menjadikan sistem lebih andal.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Listrik Mati Bergilir Pulau Jawa Terakhir 21 Juni, Dirut PLN Janji Tak Akan Terjadi Lagi
Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Termasuk Hari Ini, Ada Pemadaman Listrik Total di Jawa dan Bali
PT PLN (Persero) memberikan klarifikasi resmi soal kabar mengenai pemadaman listrik total selama tiga hari di Pulau Jawa dan Bali
Frengky Aruan - Rabu, 24 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Termasuk Hari Ini, Ada Pemadaman Listrik Total di Jawa dan Bali
Indonesia
DPR Sebut Insiden Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Bukti Infrastruktur Indonesia belum Siap
Insiden ini menandakan kesiapsiagaan Indonesia belum cukup untuk memastikan bahwa pasokan listrik itu terjamin.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
DPR Sebut Insiden Mati Listrik di Sejumlah Wilayah Bukti Infrastruktur Indonesia belum Siap
Indonesia
DPR Kritik Sistem Komunikasi PLN Buntut Listrik Padam Bergilir di Jawa
Rivqy menyoroti ketidaksinkronan informasi dari pihak PLN mengenai penyebab utama pemadaman listrik bergilir ini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
DPR Kritik Sistem Komunikasi PLN Buntut Listrik Padam Bergilir di Jawa
Indonesia
Listrik Padam Bergilir, Pengusaha Senang Pemerintah Bakal Ubah Harga DMO Batu Barat Buat PLN
Penyesuaian harga itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), yang saat ini ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton bagi PLN.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Listrik Padam Bergilir, Pengusaha Senang Pemerintah Bakal Ubah Harga DMO Batu Barat Buat PLN
Bagikan