Azan Kembali Menggema di Aceh, Masjid Pulih Pascabanjir Berkat Gotong Royong bersama Relawan PLN
Upaya pembersihan yang dilakukan oleh tim gabungan Kemenhut, TNI, BNPB dan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh. ANTARA/HO-Kemenhut
MerahPutih.com - Setelah sempat sunyi selama hampir satu bulan, suara azan kembali menggema di Aceh. Warga di Tanah Rencong berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama di awal tahun, Jumat (2/1), menandai kebangkitan aktivitas keagamaan pascabencana.
Kondisi ini sangat berbeda dengan situasi akhir November lalu, ketika banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur jalan, tetapi juga melumpuhkan tempat ibadah. Banyak masjid terendam lumpur, instalasi listrik rusak, hingga pengeras suara tidak berfungsi.
Merespons kondisi tersebut, PT PLN (Persero) bergerak cepat mempercepat pemulihan. Di sela tugas utama memulihkan sistem kelistrikan, PLN juga berinisiatif membersihkan sarana ibadah yang terdampak parah.
Sejak Selasa (16/12/2025), PLN menerjunkan lebih dari 140 relawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, para relawan membersihkan lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di masjid-masjid terdampak.
Baca juga:
Dirut PLN Minta Maaf Akui Tidak Akurat Kasih Data 93% Listrik Aceh Sudah Normal
Berbekal sekop, selang pemadam, dan peralatan pendukung lainnya, tim PLN bahu-membahu bersama warga agar masjid dapat kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Aksi kemanusiaan ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
Hingga kini, 15 masjid telah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa masjid memiliki peran vital bagi masyarakat Aceh.
“Masjid adalah urat nadi kehidupan masyarakat Aceh sekaligus simbol kebangkitan pascabencana. PLN tidak tinggal diam; relawan kami kerahkan untuk menyisir setiap lokasi yang terdampak parah,” ujar Darmawan.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari Al-Qur’an, perlengkapan ibadah, paket sound system, hingga kubah masjid, guna mendukung kelancaran ibadah.
Baca juga:
Listrik Kembali Menyala, PLN Fokus Pulihkan 184 Desa Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Kerinduan masyarakat untuk kembali melaksanakan salat berjamaah kini terobati. Sulaiman, jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, tetapi keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat,” tutur Sulaiman.
Apresiasi serupa disampaikan Rudi Muharram, pengurus Masjid Al-Ikhwan di Bener Meriah. Ia menyebut bantuan pemulihan fasilitas dan perlengkapan ibadah membuat masjid mereka kembali “hidup” dan dipenuhi jemaah. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Azan Kembali Menggema di Aceh, Masjid Pulih Pascabanjir Berkat Gotong Royong bersama Relawan PLN
Korban Tewas Bencana Sumatra Tembus 1.157 Jiwa Per 1 Januari 2026, Presiden Prabowo Siapkan Operasi Besar-Besaran Pendalaman Sungai Sepanjang Aceh hingga Sumbar
Tarif Listrik PLN Per kWh Januari 2026 Tak Naik, Cek Daftarnya Berikut Ini
RM Salero Awak Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Aceh Tamiang Setelah Sebulan Lumpuh Total
Polri Turunkan 1.105 Personel ke Lokasi Bencana Sumatra, Percepat Identifikasi Korban Meninggal Dunia
Duka Selimuti Awal 2026, 380 Ribu Korban Bencana Sumatra Berstatus sebagai Pengungsi
Presiden Prabowo Bolehkan Diaspora Kasih Sumbangan untuk Korban Bencana Sumatra, Syaratnya Ikhlas dan Minta Izin
Tolak Tetapkan Bencana Nasional di Sumatra, Prabowo: Kami masih Mampu, Seluruh Menteri Bekerja di Sini
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Prabowo Minta Masyarakat Hadapi Musibah dengan Ikhlas, Janji Tak Pernah Lari dari Rakyat