Petugas Malioboro Kewalahan Hadapi Membludaknya Wisatawan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 16 November 2021
Petugas Malioboro Kewalahan Hadapi Membludaknya Wisatawan

Dokumentasi - Suasana kawasan Malioboro Yogyakarta saat akhir pekan (7/11/21) (ANTARA/Eka AR)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Barcode aplikasi Sugeng Rawuh sudah ditempatkan di 17 titik masuk Malioboro dan seluruhnya dijaga oleh petugas keamanan Jogoboro dibantu Satpol PP dan kepolisian. Namun, membludaknya pengunjung ke ikon wisata Yogyakarta itu tetap tak terkendali.

Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta menyebut, petugas keamanan di Malioboro, Jogoboro, kewalahan untuk meminta wisatawan menggunakan aplikasi Sugeng Rawuh. Itu dilakukan untuk kebutuhan pembatasan pengunjung pada akhir pekan terkait pencegahan penularan COVID-19.

“Pada akhir pekan, jumlah pengunjung di Malioboro meningkat cukup banyak. Akhirnya, petugas pun kewalahan meminta pengunjung memindai dan mengisi data melalui aplikasi Sugeng Rawuh,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto di Yogyakarta, Senin (15/11).

Baca Juga:

PKL Harap Kunjungan Jokowi Tingkatkan Wisatawan ke Malioboro

Banyaknya pengunjung yang akan masuk justru menimbulkan antrean yang mengular di pintu-pintu masuk dan terkadang wisatawan tidak sabar sehingga enggan memindai aplikasi tersebut.

“Petugas sudah berupaya memberikan pengertian dan pengunjung pun memahami fungsi aplikasi tersebut,” katanya, dikutip Antara.

Saat ini, setiap wisatawan diminta memindai barcode aplikasi Sugeng Rawuh dan mengisi data berupa nomor telepon untuk kebutuhan pelacakan apabila suatu saat ditemukan kasus penularan di kawasan wisata itu.

“Data yang diisikan pun tidak terlalu banyak dan sudah dibuat sesederhana mungkin untuk memudahkan pengunjung. Tetapi, sekali lagi, karena jumlah pengunjung yang sangat banyak sehingga petugas di lapangan pun kewalahan,” katanya.

Ia berharap, ada tambahan petugas di lapangan untuk membantu Jogoboro memastikan seluruh pengunjung memakai aplikasi Sugeng Rawuh, terutama saat akhir pekan.

Baca Juga:

Gage Diterapkan di Malioboro Tiap Weekend, Ini Ketentuannya

Dengan memindai dan mengisi data, maka setiap pengunjung juga akan mendapat peringatan apabila durasi berkunjung di Malioboro sudah hampir habis atau maksimal dua jam.

Hanya saja, lanjut Ekwanto, petugas di lapangan pun tetap harus mengingatkan secara rutin kepada wisatawan bahwa durasi maksimal berada di Malioboro adalah dua jam.

Selain itu, ia mengakui, banyak wisatawan yang lupa waktu karena sedang asyik berbelanja atau sekadar berjalan-jalan.

“Malioboro ini menjadi destinasi akhir bagi wisatawan untuk mengakhiri perjalanan mereka di Yogyakarta. Makanya, kawasan ini akan semakin ramai saat sore hingga malam hari,” katanya. (*)

Baca Juga:

Aturan Baru Berwisata di Malioboro

#Wisata Yogyakarta #Malioboro
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Malioboro Siaga Macet: Rekayasa Lalu Lintas Bertahap dan Kantong Parkir Tambahan Saat Lebaran 2025
Jika volume kendaraan melebihi 1.000 unit per jam, rekayasa penuh akan diberlakukan
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Maret 2025
Malioboro Siaga Macet: Rekayasa Lalu Lintas Bertahap dan Kantong Parkir Tambahan Saat Lebaran 2025
Indonesia
Mulai Tahun Ini, Merokok di kawasan Malioboro Yoyakarta Kena Denda Rp 7,5 Juta
Selama 2024, pihaknya mencatat sebanyak 4.158 pelanggar telah dibina karena merokok di kawasan Malioboro..
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Januari 2025
Mulai Tahun Ini, Merokok di kawasan Malioboro Yoyakarta Kena Denda Rp 7,5 Juta
Lifestyle
Wisata Yogyakarta Populer, Ada 10 Rekomendasi Terbaik
Wisata Yogyakarta populer wajib, 1. Prambanan, 2. Parangtritis, 3 Heha Sky View, 3. Tebing Breksi, 4. Pinus Mangunan, 4. Kaliurang, 5. Goa Jomblang
ImanK - Selasa, 03 September 2024
Wisata Yogyakarta Populer, Ada 10 Rekomendasi Terbaik
Bagikan