‘Peta untuk Pengemis’, Jalan Ninja Warga Korea Cari Makanan Murah di Tengah Kenaikan Harga akibat Perang di Iran

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 03 April 2026
‘Peta untuk Pengemis’, Jalan Ninja Warga Korea Cari Makanan Murah di Tengah Kenaikan Harga akibat Perang di Iran

Geojimap, 'peta untuk pengemis' yang kini populer untuk mencari tempat makan murah di Korea Selatan.(foto: dok Goejimap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — HARGA makanan telah melonjak di Korea Selatan. Namun, warga ‘Negeri Ginseng’ punya cara kreatif, dan komunal, untuk menyiasatinya. Geojimap, peta lokasi makanan murah, menjadi jalan ninja warga Korea Selatan untuk bisa makan di luar dengan harga hemat.

Seperti dilansir The Korea Times, tekanan pada harga makanan di Korsel diperkirakan akan terus berlanjut karena krisis di Timur Tengah mendorong inflasi di Korea. OECD pekan lalu memproyeksikan tingkat inflasi Korea mencapai 2,7 persen pada 2026, naik tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,8 persen pada Desember 2025.

Sebagai gambaran lonjakan harga pangan, data Korea Consumer Agency merilis harga rata-rata gimbap (nasi gulung rumput laut berbumbu), yang lazim dianggap makanan murah, mencapai 3.800 won (sekitar sekitar Rp 42.600) pada Februari. Harga itu naik 7,4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, bibimbap (nasi campur dengan sayuran) rata-rata mencapai 11.615 won (sekitar Rp 130.000), samgyeopsal (perut babi panggang) 21.141 won (sekitar Rp 236.800), dan kalguksu (sup mi potong) rata-rata 9.962 won (sekitar Rp 111.600).

Sudah pasti lonjakan harga tersebut membuat warga Korsel dengan bujet tipis meringis dan mesti cari cara hemat untuk tetap bisa makan di luar. Seorang mahasiswa pascasarjana bermarga Jeong, yang tinggal di Distrik Seongbuk, Seoul, bercerita ia mulai menggunakan peta tempat makan murah berbasis kontribusi pengguna untuk mengatasi lonjakan biaya makan di luar.

“Aku menemukannya di komunitas kampus daring dan menemukan tempat mi seharga 5.000 won (sekitar Rp 56.000). Aku mulai bosan dengan makanan kantin, tetapi makan di luar sekarang mahal karena sebagian besar tempat mematok harga 10.000 hingga 15.000 won (sekitar Rp 112.000–Rp 168.000). Itu cukup membebani bagi mahasiswa seperti aku,” katanya.

Dengan menggunakan Geojimap, yang berarti ‘peta untuk pengemis’, Jeong bisa menikmati makan enak tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Tidak mengherankan jika ‘peta untuk pengemis’ ini segera menjadi viral di kalangan anak muda Korea yang mencari makanan hemat di tengah lonjakan harga makanan.

Geojimap mengumpulkan rekomendasi pengguna tentang restoran tempat seseorang bisa makan dengan harga di bawah 10.000 won (sekitar Rp 112.000). Peta ini beroperasi berdasarkan apa yang mereka sebut sebagai ‘kecerdasan kolektif dan penilaian ketat para pengemis’. Hingga Rabu (1/4), lebih dari 2.500 restoran dan kafe di seluruh Korea telah terdaftar di dalamnya.

Para pengguna tidak hanya membagikan lokasi, tetapi juga menulis ulasan yang cukup detail. Sebuah restoran pork cutlet di Distrik Seodaemun, Seoul, misalnya, yang menjual makanan sekitar 4.000 won (sekitar Rp 44.800), mendapat komentar positif, seperti harga yang murah hingga porsi yang besar.

Meski terdengar seperti mengumpulkan semua resto murah dalam satu peta, tidak semua pilihan terjangkau bisa masuk ke Geojimap. Nilai gizi juga menjadi pertimbangan. Menurut pedoman situs tersebut, menu dengan harga di atas 7.000 won (sekitar Rp 78.400) dapat dibatasi secara ketat jika sebagian besar hanya terdiri dari karbohidrat dan tidak memiliki protein.

Baca juga:

Korea Selatan Uji Coba Bebas Visa untuk Turis Indonesia, Berlaku hingga Akhir 2026



Budaya dan Sisi Humor Hidup Hemat



Di balik popularitas Geojimap, ada seorang bernama Choi Sung-soo. Pengembang berusia 34 tahun ini megatakan meluncurkan platform tersebut pada 21 Maret setelah melihat peningkatan kebutuhan akan informasi tempat makan yang terjangkau. ‘Peta untuk Pengemis’ saat ini sebagian besar didanai melalui donasi.

“Saya hanya salah satu dari semakin banyak orang yang mencoba mengurangi biaya hidup. Namun, informasi tentang tempat makan murah tersebar di berbagai tempat, jadi saya ingin mengumpulkannya dalam satu platform,” kata Sung-soo, dikutip The Korea Times.

Faktanya, Sung-soo bukan satu-satunya orang yang ingin makan enak tapi hemat. Ada lebih dari 400 ribu pengguna lain Geojimap yang punya niat sama dengannya. Meski nama Geojimap terdengar keras karena menyebut pengguna sebagai ‘pengemis’, menurutnya, hal itu sebenarnya mencerminkan budaya yang melihat sisi humor dalam hidup hemat.

“Ini bukan tentang merendahkan diri, melainkan cara yang menyenangkan bagi orang-orang untuk bersama-sama menghadapi kenaikan biaya hidup,” katanya.(dwi)


Baca juga:

Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer

#Korea Selatan #Wisata Korea Selatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Bagikan