Pesepeda Masih Ngeri Bersepeda di Jakarta, Ini Alasannya

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 14 Oktober 2019
Pesepeda Masih Ngeri Bersepeda di Jakarta, Ini Alasannya

Pesepeda di jalur sepeda Jakarta. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bersepeda menjadi pilihan masyarakat Jakarta untuk menghabiskan akhir pekan. Masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar ibu kota rela untuk 'menggowes' sepedanya ke Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung kegiatan bersepeda masyarakat ibu kota dengan menyediakan sejumlah jalur bagi masyarakat ibu kota.

Baca Juga

Mulai 20 November, Motor Masuk Jalur Sepeda Kena Tilang

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah melakukan uji coba di tujuh rute pada fase pertama Velodrome-Balai Kota sepanjang 25 kilometer. Belum lama ini, Anies juga melakukan uji coba sepeda tahap kedua.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov DKI melakukan tes uji coba fase pertama jalur sepeda yang menghubungkan antara Velodrome Jakarta Timur sampai Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama jajaran Pemprov DKI melakukan tes uji coba fase pertama jalur sepeda yang menghubungkan antara Velodrome Jakarta Timur sampai Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih

Jalur yang dilalui mulai dari ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat hingga Jalan Fatmawati di Jakarta Selatan. Jalur terbentang sepanjang 23 kilometer dari persimpangan Jalan Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.

Pemprov DKI Jakarta sendiri menargetkan 63 titik jalur sepeda di Ibu kota. Pembangunan jalur sepeda ini akan dibangun tiga fase di ibu kota.

Meski demikian, keberadaan jalur sepeda tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh para pesepeda. Para pesepeda masih harus melihat jalurnya dinikmati oleh para pengendaraa sepeda motor.

Baca Juga

Pemprov DKI Buat Jalur Khusus Sepeda, Pengamat Soroti Faktor Keamanan

Yedi misalnya, mengaku belum bisa menikmati sepenuhnya bersepeda di Jakarta sekalipun saat hari libur. Menurut warga Buaran, Jakarta Timur ini, dirinya masih menemui sejumlah pengendara motor dan mobil yang tidak memberikan toleransi kepada dirinya saat bersepeda.

"Seperti tidak ada toleransi. Masih ngerih sebenarnya untuk menggunakan sepeda di Jakarta," ujar Yedi kepada KedaiPena.Com, saat ditemui di kawasan Bunderan Hotel Indonesia (HI), Minggu, (13/10).

Yedi melanjutkan, kondisi tersebut jauh lebih berbahaya di jalan yang tidak memiliki jalur sepeda. Seperti di Jakarta Timur khususnya Kalimalang, Cawang hingga Cipinang yang belum memiliki jalur sepeda.

"Gowes pagi saja begini. Apalagi kalau mau malam hari," ungkap Yedi.

Baca Juga

Pemprov DKI Buat Jalur Khusus Sepeda, Pengamat Soroti Faktor Keamanan

Senada dengan Yedi, Rian pesepeda asal Jakarta Selatan juga mengeluhkan kondisi tersebut. Tidak hanya soal para pengendara pribadi, angkutan umum pun, lanjut Rian, dinilai tidak memberikan toleransi kepada para pesepeda.

"Iya angkutan umum juga," gusar Rian terpisah.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai keseriusan dalam penegakan hukum di jalur sepeda merupakan kunci keselamatan dan kenyamanan para pesepeda.

Baca Juga

Pemprov DKI Sediakan 17 Rute Jalur Sepeda di Jakarta

"Publik akan melihat sejauh mana keseriusan penegakan hukum di jalur sepeda tersebut ada atau tidak ada pesepeda, bagi ada kendaraan bermotor yang melanggar apakah ada tindakan.Jika itu dilakukan, publik baru akan percaya, kalau jalur sepeda yang disediakan terjamin keselamatan dan keamanannya," ujar Djoko

Djoko menilai pentingnya hal tersebut harus ditegakkan lantaran korban pesepeda yang ditabrak kendaraan bermotor juga tidak sedikit.

Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih
Jalur sepeda. Foto: MP/Asropih

"Artinya, Pemda bisakah jamin pesepeda tidak akan ditabrak kendaraan bermotor ketika melintas di jalur sepeda dan tidak dihambat parkir kendaraan bermotor," papar Djoko.

Baca Juga

Denda Tilang Pelanggar Jalur Sepeda DKI Rp500 Ribu, Ini Dasar Hukumnya

Djoko juga memandang membuat jalur sepeda itu yang dimulai dari jalan-jalan di pusat keliru.

"Tapi buatlah mulai dari kawasan perumahan dan pemukiman yang menuju pusat kota. Apalagi tidak ada tempat aprkir di kantor atau stasiun," pungkas Djoko. (Pon)

#Sepeda #Gubernur DKI Jakarta #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Disebut Rumah Keberagaman, Ini Pesan Pramono di Hari Kesaktian Pancasila
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta adalah rumah keberagaman bagi siapa pun dan meminta ASN menerapkan nilai Pancasila.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta Disebut Rumah Keberagaman, Ini Pesan Pramono di Hari Kesaktian Pancasila
Indonesia
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Pramono Anung mengatakan akan mengevaluasi penerapan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dan sistem ganjil genap.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga Jakarta untuk tenang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Indonesia
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan diresmikan 26 Agustus 2026. Tarif sementara tetap Rp 5.000 hingga Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
Indonesia
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa angka tarif parkir hingga Rp60.000 per jam bukan berasal dari Pemerintah Provinsi.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Indonesia
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan diresmikan Prabowo pada 26 Agustus. Layanan ini diproyeksikan melayani hingga 80 ribu penumpang per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Indonesia
Pramono Anung Beberkan Alasan Modifikasi Cuaca di Jakarta Belum Bisa Dilakukan
Pramono Anung mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) belum dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi udara di Ibu Kota.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Pramono Anung Beberkan Alasan Modifikasi Cuaca di Jakarta Belum Bisa Dilakukan
Bagikan