Teknologi

Pesawat Elektrik Pertama Segera Mengudara di 2020

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 28 Desember 2019
Pesawat Elektrik Pertama Segera Mengudara di 2020

ACCEL, pesawat elektrik pertama di dunia. (Foto: Daily Mail/Rolls Royce)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKHIRNYA Rolls-Royce berhasil menunjukan diri sebagai perusahaan inovasi paling mumpuni saat ini. Mereka berhasil menyelesaikan pembuatan pesawat elektrik pertama dengan satu penumpang. Pesawat berwarna biru-putih ini konon bakal mengudara di tahun 2020.

Laman Daily Mail mengungkapkan, pesawat itu diberi nama ACCEL singkatan dari Accelerating the Electrification of Flight. Sesuai dengan namanya pesawat ini bukan hanya pesawat elektrik namun juga mampu terbang dengan kecepatan 300 mil/jam atau sekitar 482 km/jam.


Baca Juga:

Peneliti Ungkap Ada Celah Untuk Bocorkan Data Pribadi di Twitter

pesawat listrik pertama

Pesawat elektrik yang mampu terbang sejauh ratusan kilometer. (Foto: Daily Mail/Rolls Royce)


Konon kabarnya baterai yang digunakan adalah baterai generasi baru. Baterai ini mampu memberikan tenaga pada pesawat untuk terbang maksimal sejauh 200 mil atau sekitar 321 km. Kalau dihitung jarak dari Jakarta hampir sampai ke Pemalang, Jawa Tengah. Dengan Baterai itu pesawat mampu terbang sejauh itu hanya dengan sekali melakukan charging.

Mesin yang digunakan diletakan di hidung dengan menggunakan propeler sebagai penggeraknya. Propelernya digerakan oleh tiga tenaga motor elektrik. Jika dibandingkan dengan propeler pada mesin konvensional, memang memiliki RPM yang rendah namun tingkat kebisingan juga rendah. Dari mesin itu menghasilkan sekitar 500 tenaga kuda.


Baca Juga:

NASA Perkenalkan Calon Astronot yang Akan Berangkat ke Mars

pesawat
Pesawat elektrik tercepat saat ini. (Foto: Daily Mail/Rolls Royce)


Sewaktu uji coba, pesawat dinilai sangat ramah lingkungan. Tenaga yang dihasilkan mampu membuat efisiensi energi sekitar 90 persen dan tentunya emisi gas buangnya adalah nol. Pengembangan teknologi baru ini memang didorong oleh kepedulian terhadap perubahan iklim.

Apalagi dunia inudstri penerbangan sudah sepakat untuk menurunkan emisi gas karbon. Ini jelah membuat perusahaan penerbangan berharap banyak pada teknologi penerbangan elektrik. Sebagai info saja dunia penerbangan menyumbangka dua persen dari emisi gas buang yang menciptakan efek rumah kaca. (psr)


Baca Juga:

Meriah dan Penuh Warna, Vetements Rilis Monster iPhone Case

#Pesawat #Benda Elektronik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pemerintah Siapkan Insentif PPN DTP Tiket Pesawat Libur Nataru 2027
Suasana bongkar muat barang untuk bagasi pesawat Super Air Jet di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Insentif PPN DTP Tiket Pesawat Libur Nataru 2027
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Indonesia
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Pesawat ini juga dikerahkan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur di udara atau air to air refuiling.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
TNI AU Lirik pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Seperti Prancis
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB akibat erupsi Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Garuda Indonesia Batalkan Seluruh Penerbangan Jakarta, Bandung, dan Lampung Imbas Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya
Mengapa abu vulkanis begitu berbahaya bagi pesawat?
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Mengapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Tengah Abu Vulkanis? Ini Alasannya
Indonesia
Kemenhub Pastikan Penanganan Ekstra Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia Rute Jakarta Menuju Makassar
Kemenhub memberi apresiasi atas respons cepat seluruh pihak terkait
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Kemenhub Pastikan Penanganan Ekstra Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia Rute Jakarta Menuju Makassar
Indonesia
Kronologi Pesawat Garuda Pecah Ban usai Lepas Landas, 141 Penumpang Mendarat Selamat di Makassar
Pesawat Garuda Indonesia GA604 mengalami pecah ban usai lepas landas dari Jakarta. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat di Makassar.
Soffi Amira - Kamis, 03 September 2026
Kronologi Pesawat Garuda Pecah Ban usai Lepas Landas, 141 Penumpang Mendarat Selamat di Makassar
Indonesia
Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Penumpang Dievakuasi Usai Manuver Go Around
Pesawat Garuda Indonesia GA604 rute Jakarta-Makassar mengalami pecah ban di udara dan terpaksa melakukan manuver pendaratan dramatis. Cek kronologi lengkap dan nasib 156 penumpang di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban Saat Terbang ke Makassar, Penumpang Dievakuasi Usai Manuver Go Around
Bagikan