Pesan MUI Pusat Terkait Penolakan Warga Terhadap Jenazah Terduga Teroris

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 18 Mei 2018
Pesan MUI Pusat Terkait Penolakan Warga Terhadap Jenazah Terduga Teroris

Wakil Ketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dan sejumlah petinggi MUI menggelar konferensi pers di Gedung MUI. Jakarta(Merahputih.com / Derry Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Reaksi keras ditunjukan masyarakat Surabaya terhadap pelaku bom bunuh diri tiga gereja di Surabaya.

Masyarakat sekitar pemakaman Putat Gedhe menolak jenazah pelaku teror beserta keluarga dikebumikan di kompleks pemakaman kampung mereka.

Menyikapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut berkomentar terkait penolakan itu. Menurut Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi, adalah kewajiban bagi umat Islam untuk mengurus jenazah orang Islam yang sudah meninggal dunia.

"Bagi orang hidup ada kewajiban mengurus orang yang meninggal, yang beragama Islam, dan hukumnya adalah fardlu kifayah," kata Zainut saat dimintai keterangannya, Jumat (18/5).

Penggalian makam terduga teroris
Penggalian makam untuk terduga teroris di TPU Putat Gedhe (MP/Budi Lentera)

Mengurus jenazah yang dimaksud, kata dia, meliputi memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkan.

"Bagi seorang muslim hukumnya fardu kifayah. Artinya, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, semua orang yang mukmim atau bertempat tinggal di daerah tersebut berdosa," paparnya.

Polemik kemudian muncul, apakah seorang teroris yang meninggal akibat perbuatannya itu masih tetap dianggap sebagai orang beriman atau muslim? Hal ini perlu didudukkan masalahnya.

"Perbuatan terorisme memang haram hukumnya karena telah menimbulkan ketakutan, kecemasan, kerusakan dan bahkan kematian pihak lain. Perbuatan terorisme disebabkan karena salahnya seseorang dalam memahami ajaran agama. Sehingga seringkali mereka mengatas namakan agama dalam setiap kali melakukan tindakannya," lanjut dia.

Meski telah melakukan dosa besar, seorang teroris yang beragama Islam masih dihukumi sebagai muslim (orang Islam) hanya saja dia dimasukan dalam kategori muslim yang fasiq.

"Seorang teroris yang meninggal akibat perbuatannya tetap dihukumi sebagai seorang muslim sepanjang dia masih menampakkan keislamannya. Namun dia masuk dalam katagori muslim yang berdosa besar (fasiq), Jadi mayatnya harus tetap diurus sebagaimana seorang muslim," ucap Zainut.

Karenanya, dia berharap agar masyarakat dapat membedakan antara tindakan terorisme dengan hukum atau kaidah syariah tentang kewajiban mengurus jenazah

"Terhadap tindakan terorisme kita semuanya sepakat untuk mengecam, menolak dan melawan perbuatan biadab tersebut. Tetapi terkait dengan hukum mengurus jenazah itu memang harus dilakukan karena hukumnya wajib kifayah," imbuhnya.

Sebelumnya, warga perkampungan sekitar pemakaman Putat Gedhe menolak jenazah satu keluarga yang melakukan aksi bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya.

Liang lahat ditutup kembali oleh warga
Liat lahat untuk terduga teroris ditutup kembali oleh warga Putat Gedhe (MP/Budi Lentera)

Warga menolak jenazah pelaku teror dimakamkan disekitar sana dengan alasan korban aksi teror juga dimakamkan di komplek pemakaman tersebut. Lagi pula, komplek pemakaman terletak tak jauh dari salah satu gereja yang menjadi target aksi bom bunuh diri.

Dari pantauan merahputih.com, hingga Jumat (18/5) tujuh lubang makam yang sudah ditutup warga kemarin, yang sejatinya untuk para terduga teroris, kondianya masih tetap sama. Masih tertutup, tidak digali lagi.

Warga Putat Gedhe, seperti Imam, masih tetap bersih kukuh menolak adanya jenazah para teroris.

"Sudah kami katakan. Biar kami orang lokalisasi, kami tetap menolak jasad teroris," tegas warga.

Terkait penolakan itu, polisi pun akan mengambil sikap jika warga tidak menerima jenazah pelaku teror. Pihak kepolisian akan memakamkan pelaku teror di lokasi yang tidak diketahui warga.

"Dalam hal ini MUI memberikan apresiasi kepada Polri yang sudah mengambil alih pengurusan jenazah pelaku teror, karena baik masyarakat maupun keluarganya menolak jenazah tersebut," pungkas Zainut Tauhid.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tolak Jenazah Terduga Teroris, Warga Putat Gedhe: Jangankan Jasad, Arwahnya Sekalipun Kami Tak Sudi

#Zainut Tauhid #Majelis Ulama Indonesia #Teroris
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
ShowBiz
Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Dituduh menyatakan kesetiaan kepada Islamic State, membuat bahan peledak, dan mencoba membeli senjata secara ilegal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
 Pelaku Penyerangan di Konser Taylor Swift Austria Disidang, Hadapi Dakwaan Terorisme
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Indonesia
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Disorot, MUI Ingatkan Kewajiban Sertifikasi Halal
MUI menyoroti perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Umat diminta selektif membeli produk tanpa sertifikasi halal sesuai UU Jaminan Produk Halal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Disorot, MUI Ingatkan Kewajiban Sertifikasi Halal
Indonesia
Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Lawan Korupsi
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memberantas korupsi saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Di Hadapan MUI, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu Lawan Korupsi
Indonesia
Kukuhkan Pengurus MUI 2025–2030, Prabowo: Lambang Bersatunya Ulama dan Umara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal dan menegaskan pentingnya persatuan ulama dan umara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Kukuhkan Pengurus MUI 2025–2030, Prabowo: Lambang Bersatunya Ulama dan Umara
Indonesia
Hadiri Acara MUI, Prabowo Tekankan Persatuan Ulama dan Umara untuk Kemajuan Bangsa
Presiden Prabowo menegaskan persatuan ulama dan umara menjadi fondasi perdamaian dan kemakmuran bangsa saat menghadiri pengukuhan MUI di Masjid Istiqlal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Hadiri Acara MUI, Prabowo Tekankan Persatuan Ulama dan Umara untuk Kemajuan Bangsa
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut mencakup komandan senior IRGC serta perwira tinggi kepolisian yang diduga bertanggung jawab atas tindakan kekerasan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
Indonesia
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menyebut pilkada langsung menimbulkan biaya tinggi dan politik uang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
MUI Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Bagikan