MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan langsung menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika dirinya pertama kali kembali masuk kerja setelah mengalami teror penyiraman air keras.
Menurut Novel, hingga kini Polri tak mau mengungkap kasus penyiraman air keras kepada dirinya. Sejak teror yang menimpanya 11 April 2017 lalu sampai hari ini pelaku penyiraman air keras itu tak kunjung terungkap.
Untuk itu, Novel mendesak Presiden Jokowi selaku atasan Kapolri untuk bertindak mengungkap pelaku penyiraman air keras dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). "Oleh karena itu saya meminta kepada atasannya polisi (Presiden Joko Widodo) untuk mengungkap ini," tegas dia, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (27/7).
Novel menegaskan desakan ini bukan dilandasi pada rasa dendam karena menjadi seorang korban penyerangan. Menurut dia, langkah menuntut pengungkapan pelaku penyiraman air keras ini sama hanya dengan kerja pemberantasan korupsi. "Saya akan terus menyampaikan ini, apapun risikonya saya akan sampaikan terus," tegas penyidik senior KPK.
Sebelumnya, ratusan pegawai KPK menyambut kedatangan Novel yang kembali bekerja hari ini, Jumat (27/7). Ia kembali bekerja setelah menjalani perawatan akibat siraman air keras selama kurang lebih 15 bulan.
Para pegawai KPK mengenakan kemeja putih dengan pita warna merah yang melingkar di lengan kanan maupun kiri. Selain pegawai, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang ikut menyambut Novel. Kemudian hadir pula Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang juga ikut menyambut.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Hingga saat ini, kepolisian belum mampu mengungkap kasus itu. (Pon)