Perusahaan Jepang Ciptakan Rumah Terapung Tahan Banjir

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 28 Juni 2022
Perusahaan Jepang Ciptakan Rumah Terapung Tahan Banjir

Perumahan asal Jepang luncurkan rumah terapung tahan banjir (Foto: screenshot youtube/sbsnews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGEMBANG perumahan asal Jepang Ichijo Komuten belum lama ini meluncurkan 'Rumah Tahan Banjir'. Tidak hanya tahan air selama banjir, bahkan rumah tersebut juga dapat mengapung dari tanah.

Kerusakan atau hilangnya perumahan karena banjir merupakan masalah yang tidak dapat disangkal di seluruh dunia. Karena itu sejumlah insinyur dan arsitek berusaha mencari solusi, namun hanya beberapa yang benar-benar terbukti efektif.

Salah satunya yakni pengembang perumahan Ichijo Komuten yang mengklaim sudah menemukan jawaban untuk menjaga rumah dari banjir atau hanyut karenanya. Rumah yang diklaim tahan banjir tersebut baru-baru ini ditampilkan oleh Ichijo pada acara TV Jepang ternama dan mendapatkan banyak perhatian dari para masyarakat.

Baca juga:

Inuden, Rumah Anjing Seharga Rp 2 Miliar

Ichijo Komuten hadirkan rumah terapung tahan banjir dan guncangan. (Foto: screenshot youtube/sbsnews)

Stasiun TV TBS Jepang mengunjungi salah satu lokasi uji Ichijo, di mana rumah tahan banjir perusahaan yang baru, sedang menjalani simulasi banjir. Kendati terlihat seperti rumah biasa saat pengujian dimulai, ketika air mulai naik disekitarnya, orang-orang bisa melihat bangunan itu meninggalkan tanah dan mengapung beberapa inci di atas tanah.

Kamu mungkin pernah melihat rumah terapung yang tersapu banjir besar, tapi penemuan ini menampilkan sistem yang mencegah hal itu. Rumah tersebut terhubung pada sejumlah batang besi tebal yang mencuat dari tanah, serta kabel tebal yang memastikan rumah itu tetap di tempatnya ketika air membanjiri. Ketika air surut, rumah terapung itu kembali turun ke posisi semula.

Mengutip laman odditycentral, rumah tahan banjir itu dilengkapi ventilasi khusus yang menutup apabila terjadi banjir, dan pipa ledeng juga memiliki katup khusus yang mencegah air masuk ke dalam rumah. Untuk peralatan listrik seperti AC, ditempatkan pada bagian atas bangunan, untuk memastikan air tidak mencapainya.

Baca juga:

Plufl, Tempat Tidur Anjing Pertama di Dunia untuk Manusia

Menurut para insinyur di Ichijo Komuten, sebagian besar rumah banjir ketika air mencapai ketinggian jendela. Namun, karena rumah tahan banjir, mereka bisa mengapung hingga lima meter di atas tanah. Air tidak mungkin mencapai jendela dan segala sesuatu lainnya tertutup rapat.

Sementara itu, media Jepang melaporkan bahwa klien yang ingin mempunyai rumah baru yang dibangun dengan Ichijo, bisa memilih untuk memiliki sistem tahan banjir dengan tambahan biaya sekitar USD 5.700 atau sekitar Rp 84 jutaan. Angka tersebut sangat murah, bila benar-benar berfungsi seperti yang diiklankan.

Sedikit informasi, Ichijo Komunten merupakan salah satu pengembang perumahan terbesar di Jepang, dan dengan bangga mencatatkan tiga rekor Guinness dalam dua tahun terakhir. Termasuk rekor untuk pabrik bahan rumah, prefabrikasi terbesar, serta untuk perusahaan rumah adat paling sukses. (Ryn)

Baca Juga:

Mengintip Kemewahan Kasur Seharga Rp5,8 miliar

#Jepang #Banjir #Rumah Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Helikopter tersebut juga merupakan salah satu bantuan yang dikirim pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Indonesia
Pemadaman Karhutla Dimasifkan Biar Asep Tidak Lintas Negara, Jepang Kirim Kapal dan 3 Helikopter
Pengiriman ini merupakan misi pemadaman kebakaran luar negeri pertama yang dilakukan oleh personel Pasukan Bela Diri (SDF).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Pemadaman Karhutla Dimasifkan Biar Asep Tidak Lintas Negara, Jepang Kirim Kapal dan 3 Helikopter
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Olahraga
Jumlah Pemain Jepang di Premier League Pecahkan Rekor, Ini Alasannya!
Jumlah pemain Jepang di Premier League musim ini mencatat rekor baru.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Pemain Jepang di Premier League Pecahkan Rekor, Ini Alasannya!
Dunia
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Bagikan